Teras News — Selasa (9/6/2026) siang, halaman calon rumah baru yang belum selesai dibangun di Desa Plumutan, Bancak, Kabupaten Semarang, menjadi tempat penyerahan bantuan uang tunai dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang. Musinah (64), istri korban kebakaran Sudarto alias Suratun (66), menerima bantuan senilai Rp2 juta dengan mata berkaca-kaca.
Musinah baru saja sembuh dari sakit. Ia tidak banyak bicara. Hanya senyum tipis dan ucapan terima kasih yang ia sampaikan kepada petugas PMI yang datang.
Rumah Hangus, Keluarga Kini Bangun dari Nol
Kebakaran yang melanda rumah keluarga Sudarto di Desa Plumutan beberapa waktu lalu membuat pasangan suami istri lanjut usia itu kehilangan tempat tinggal. Kini mereka tengah mendirikan hunian baru, dengan biaya yang tidak sedikit. Bantuan uang tunai dari PMI datang di tengah proses pembangunan itu.
Baca Juga:
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Semarang, Sugeng, menyampaikan harapannya langsung kepada keluarga korban. “Semoga bisa sedikit meringankan beban biaya pembangunan. Tetap semangat dan jangan larut dalam kesedihan,” katanya.
Sugeng menjelaskan, PMI memang menyediakan bantuan uang tunai bagi korban musibah atau bencana, baik yang mengalami kematian maupun kerusakan rumah. Besarannya berkisar antara Rp1 juta hingga Rp5 juta, ditentukan melalui asesmen objektif oleh tim PMI. Tersedia pula bantuan perawatan di rumah sakit dan santunan cacat fisik.
Sebelum bantuan tunai ini diserahkan, PMI lebih dulu memberikan paket sembako tak lama setelah kebakaran terjadi. Bantuan uang tunai juga mengalir dari persatuan perangkat Desa Wonokerto.
Tradisi Gotong Royong Perangkat Desa di Bancak
Kepala Desa Plumutan, Suji Haryanto, mengucapkan terima kasih atas respons PMI. Ia juga menyebut adanya tradisi lokal yang selama ini berjalan di wilayah Bancak.
“Di Bancak, ada semacam tradisi mengumpulkan dana bantuan kepada korban musibah yang berasal dari perangkat desa sekitarnya,” jelas Suji.
Tradisi semacam ini mencerminkan pola solidaritas komunitas perdesaan yang masih hidup, di mana sesama perangkat desa turut menanggung beban warganya yang tertimpa musibah.
PMI Siapkan 375 Ribu Liter Air Bersih untuk Musim Kemarau
Selain bantuan pascabencana, PMI Kabupaten Semarang juga bersiap menghadapi ancaman lain. Musim kemarau 2026 mendekat, dan wilayah Bancak termasuk Desa Plumutan tercatat sebagai kawasan rawan kelangkaan air bersih pada tahun sebelumnya.
Dalam anggaran 2026, PMI menyiapkan dana untuk penyediaan 375 ribu liter air bersih. Sugeng menambahkan, pihaknya juga mengajukan cadangan tambahan. “Kami juga mengajukan permohonan cadangan penyediaan air bersih ke PMI Jateng sebanyak 150 ribu liter air bersih,” jelasnya.
Keluarga Sudarto kini menunggu rumah baru mereka rampung. Dengan bantuan yang terus berdatangan dari berbagai pihak, proses pemulihan pasangan lansia itu perlahan berjalan.
Editor: Arif Budiman