Teras News — Ratusan anak usia dini mengisi Lapangan Kodim 0802/Ponorogo dengan gerakan serempak pada Selasa (9/6/2026). Mereka menarikan Gegojegan Putu Warok, tarian masal yang mengakar dari tradisi Reog Ponorogo, dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Energi anak-anak itu rupanya menular — Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, yang akrab disapa Bunda Lis, akhirnya turun ikut menari bersama mereka.
Gegojegan Putu Warok adalah tarian yang menggambarkan sosok cucu (putu) dari warok, tokoh sentral dalam kesenian Reog Ponorogo. Para peserta tampil mengenakan kostum identitas sebagai putu warok, bergerak lincah diiringi tabuhan gamelan Reog Ponorogo. Riuh sorak orang tua dan guru mengiringi setiap gerakan mereka sejak pagi.
Bunda Lis: Anak Harus Tumbuh dalam Lingkungan yang Mendukung Budaya
Bunda Lis hadir bersama jajaran Forkopimda Ponorogo. Ia menyebut kegiatan seperti ini bukan sekadar hiburan, melainkan pemenuhan hak anak yang dijamin secara internasional. Mengacu Konvensi Hak Anak (KHA) Perserikatan Bangsa-Bangsa, anak sejak lahir hingga usia 18 tahun memiliki empat hak utama: kelangsungan hidup, tumbuh kembang, perlindungan, dan partisipasi.
Baca Juga:
“Anak-anak adalah generasi penerus yang harus tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan bakat, karakter, dan kecintaannya terhadap budaya bangsa,” kata Bunda Lis di hadapan peserta dan wali murid yang memadati lokasi.
Ia juga memberi apresiasi kepada Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) serta Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) yang mengenalkan seni reog kepada anak-anak sejak usia dini. “Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kreativitas, dan rasa percaya diri,” tambahnya.
Lomba Prestasi Anak dan Guru PAUD Masuk Rangkaian HAN 2026
Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Nurhadi Hanuri menyatakan pihaknya mendukung penuh kegiatan masif yang digelar IGTKI dan Himpaudi. Menurutnya, pendekatan yang menyenangkan terbukti membantu anak berkembang secara optimal, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga sosial dan emosional.
“Tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga pengembangan potensi melalui seni, budaya, dan kreativitas,” jelas Nurhadi. Ia menambahkan bahwa Lomba Prestasi Anak dan Guru PAUD turut masuk dalam rangkaian peringatan HAN 2026 di Ponorogo.
Lokasi kegiatan sudah penuh sesak sejak pagi. Anak-anak antusias mengikuti berbagai agenda lomba dan pertunjukan seni, sementara orang tua mereka tak henti memberikan dukungan dari pinggir lapangan. Tari masal Gegojegan Putu Warok menjadi puncak yang paling ditunggu dalam perayaan tersebut.
Editor: Ratna Dewi