Berita

Pameran Bonsai Grebeg Suro 2026 Ponorogo Digelar di Dua Lokasi, Berlangsung Dua Pekan Penuh

10
×

Pameran Bonsai Grebeg Suro 2026 Ponorogo Digelar di Dua Lokasi, Berlangsung Dua Pekan Penuh

Sebarkan artikel ini

Teras News — Dua pameran bonsai berskala besar mewarnai rangkaian Grebeg Suro 2026 di Ponorogo, digelar di lokasi berbeda dengan total durasi hampir dua pekan. Ratusan tanaman bonsai dari berbagai kolektor dan pehobi lintas daerah memenuhi dua titik ikonik di jantung Kota Reog itu.

“Melalui pameran bonsai dapat mempererat silaturahmi, meningkatkan kreativitas, serta mengembangkan potensi ekonomi,” kata Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita saat mengunjungi lokasi pameran.

Dua Lokasi, Jadwal Berbeda tapi Saling Mengisi

Agenda pertama bertajuk Grebeg Bonsai Bumi Reog berlangsung 3-9 Juni 2026, memanfaatkan pelataran Pendopo Kabupaten Ponorogo sebagai panggung ratusan tanaman kerdil itu. Menyusul setelahnya, Samandiman Bonsai Club membuka pameran di seputar Patung Macan depan Paseban Alun-Alun Ponorogo, mulai 7 hingga 16 Juni 2026.

Kedua agenda itu tumpang tindih selama beberapa hari, memberi kesempatan pengunjung menikmati koleksi dari dua penyelenggara berbeda dalam satu kunjungan ke pusat kota. Bagi para pehobi yang datang dari luar Ponorogo, waktu dua pekan memberi ruang cukup untuk mengeksplorasi keduanya.

Plt Bupati Kagum dengan Ketelatenan Para Pehobi

Lisdyarita, yang akrab disapa Bunda Lis, mengaku terheran-heran menyaksikan antusias warga terhadap pameran ini. Bukan sekadar pajangan, bonsai rupanya merepresentasikan proses panjang yang menuntut ketelatenan, kesabaran, dan perhatian penuh dari pemiliknya.

“Saya sampai kaget melihat bapak-bapak pelan sekali menggunting tanaman, seperti disayang-sayang. Tanaman saja diperlakukan begitu, bagaimana dengan istrinya?” ujarnya, disambut tawa hadirin.

Candaan itu mengalir dari pengamatannya langsung di lapangan. Bunda Lis melihat para pehobi memperlakukan tanaman mereka dengan kasih sayang yang, kata dia, justru memperlihatkan sisi karakter seseorang. “Kalau istri-istri yang punya suami gemar bonsai, ternyata ada sisi plusnya, yaitu romantis. Benar tidak?” candanya lagi.

Bonsai Jadi Cermin Filosofi Hidup

Di luar hiburan dan kompetisi, Bunda Lis memberi makna lebih dalam pada pameran ini. Menurutnya, setiap bonsai yang tumbuh perlahan mencerminkan prinsip kehidupan yang sesungguhnya. “Proses panjang yang menjadi bagian dari kehidupan dan semangat untuk terus tumbuh menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Grebeg Suro sendiri merupakan perayaan tahunan masyarakat Ponorogo untuk menyambut Tahun Baru Hijriah (1 Muharram). Rangkaiannya selalu panjang dan beragam, mulai dari kirab budaya, pementasan reog, hingga berbagai pameran seni dan kerajinan. Pameran bonsai sudah bertahun-tahun masuk dalam agenda tetap perayaan ini.

Bunda Lis berharap pameran bonsai terus masuk sebagai agenda rutin Grebeg Suro setiap tahun, bukan hanya sebagai tontonan, melainkan juga sebagai wadah pertemuan komunitas dan penggerak ekonomi lokal.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Arif Budiman