Kesehatan

70 Psikolog Klinis Siaga di 636 Posyandu Plus Solo, Layani Kesehatan Mental Warga dari Remaja hingga Lansia

9
×

70 Psikolog Klinis Siaga di 636 Posyandu Plus Solo, Layani Kesehatan Mental Warga dari Remaja hingga Lansia

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kota Solo kini punya cara baru untuk menjangkau warga yang butuh bantuan psikologis. Pemerintah Kota Solo menghadirkan layanan kesehatan mental di 636 titik Posyandu Plus yang tersebar di seluruh wilayah kota, didukung oleh 70 psikolog klinis yang siap mendampingi masyarakat.

Layanan ini menyasar berbagai kelompok sekaligus: perempuan, ibu hamil, remaja, lansia, hingga masyarakat dewasa umum. Bukan sekadar cek tekanan darah dan timbang berat badan seperti posyandu konvensional, Posyandu Plus Solo kini hadir sebagai titik pertama warga bisa mengakses pendampingan psikologis di lingkungan terdekat mereka.

636 Titik Posyandu, Satu Tujuan: Kesehatan Mental Tidak Lagi Jauh dari Rumah

Angka 636 titik bukan jumlah kecil. Dengan cakupan seluas itu, hampir tidak ada sudut Kota Solo yang tidak terjangkau layanan ini. Warga tidak perlu antre di rumah sakit atau mencari klinik psikologi swasta yang biayanya kerap memberatkan. Cukup datang ke Posyandu Plus di RT atau kelurahan masing-masing.

Posyandu Plus sendiri merupakan pengembangan dari posyandu tradisional yang memperluas fungsi layanan dasarnya, mencakup tidak hanya kesehatan fisik balita dan ibu, tetapi juga kebutuhan kesehatan seluruh anggota keluarga, termasuk aspek mental dan psikologis.

Remaja dan Lansia Masuk Prioritas Layanan

Dua kelompok yang selama ini sering luput dari perhatian layanan kesehatan mental, yakni remaja dan lansia, secara eksplisit masuk dalam daftar sasaran program ini. Remaja kerap menghadapi tekanan akademik, pergaulan, hingga isu identitas yang membutuhkan pendampingan profesional. Lansia, di sisi lain, rentan mengalami kesepian, depresi, dan kecemasan seiring bertambahnya usia dan berkurangnya mobilitas.

Ibu hamil pun mendapat perhatian khusus. Masa kehamilan membawa perubahan hormonal dan psikologis yang signifikan, dan akses ke psikolog klinis sejak awal kehamilan bisa membantu mencegah depresi pascamelahirkan.

70 Psikolog Klinis untuk Satu Kota

Kehadiran 70 psikolog klinis yang terlibat dalam program ini menjadi tulang punggung layanan. Mereka bertugas memberikan pendampingan langsung kepada warga yang datang ke Posyandu Plus, bukan sekadar memberikan informasi atau penyuluhan umum.

Distribusi psikolog ke ratusan titik posyandu menuntut koordinasi yang tidak sederhana. Dengan jumlah 636 posyandu dan 70 psikolog, rata-rata satu psikolog menangani sekitar sembilan titik layanan. Rotasi dan jadwal kunjungan menjadi kunci agar layanan tetap bisa dirasakan warga secara merata.

Langkah Pemkot Solo ini dilaporkan Antara sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan dasar berbasis komunitas. Dengan menempatkan psikolog klinis di level posyandu, pemerintah kota berupaya memangkas jarak antara warga dan layanan kesehatan jiwa yang selama ini kerap dianggap tabu atau tidak terjangkau.

Penulis: Dian Permata
Editor: Arif Budiman