Berita

16 Biksu Tempuh 11 Hari Jalan Kaki dari Jepara ke Klaten dalam Ritual Tudong 2026

13
×

16 Biksu Tempuh 11 Hari Jalan Kaki dari Jepara ke Klaten dalam Ritual Tudong 2026

Sebarkan artikel ini

Teras News — Enam belas biksu memulai perjalanan kaki dari Candi Sima, Jepara, menuju Candi Sewu, Klaten, dalam ritual spiritual Thudong Bhikkhu Jawa Tengah 2026. Prosesi pelepasan berlangsung di kawasan Candi Sima, Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Rabu (20/5/2026).

Rute 11 Hari Melintasi Tujuh Kota di Jawa Tengah

Perjalanan ini bukan sekadar wisata. Para biksu menjalani laku spiritual dengan mengedepankan kesederhanaan, disiplin, dan pengendalian diri di setiap langkah perjalanan. Rombongan dijadwalkan melewati Jepara, Demak, Semarang, Ungaran, Salatiga, Boyolali, hingga akhirnya tiba di Klaten.

Tudong (thudong) sendiri adalah tradisi spiritual dalam agama Buddha Theravada, di mana para bhikkhu berjalan kaki jarak jauh sebagai bentuk latihan batin, pelepasan diri dari kemelekatan, dan wujud penghormatan atas ajaran Buddha.

Ketua Panitia Tudong, Sundoko, menjelaskan para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia. “Perjalanan ini ditempuh selama sebelas hari dengan disiplin, kesederhanaan, dan semangat pengabdian. Para bhikkhu juga menjalani kehidupan sederhana sesuai nilai winaya dan tradisi Tudong,” katanya.

Pos Singgah di Masjid, Gereja, hingga Fasilitas TNI

Yang membuat prosesi ini menonjol adalah ragam titik singgah yang disiapkan sepanjang rute. Wihara dan klenteng memang sudah pasti. Namun panitia juga menyiapkan pos peristirahatan di gereja, masjid, balai desa, kantor pemerintahan, polsek, fasilitas TNI, rumah sakit, dan berbagai fasilitas umum lainnya.

“Setiap titik singgah bukan sekadar tempat beristirahat, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan dan gotong royong masyarakat lintas agama,” ujar Sundoko.

Kehadiran biksu di rumah ibadah berbagai agama ini mencerminkan semangat toleransi yang menjadi bagian dari prosesi. Sundoko menyebut kehadiran tudong di sejumlah wilayah diharapkan mempererat persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Bupati Jepara: Ini Wajah Keharmonisan Kami

Prosesi pelepasan dihadiri lintas elemen, mulai dari bhikkhu, tokoh lintas agama, aparat keamanan, jajaran pemerintah daerah, hingga perwakilan Keraton Surakarta Hadiningrat. Bupati Jepara Witiarso Utomo menyebut prosesi ini memperlihatkan wajah nyata kerukunan di daerahnya.

“Inilah wajah Jepara. Keharmonisan di Kabupaten Jepara sangat terjaga dengan baik,” ungkap Witiarso.

Jepara sendiri sebelumnya meraih predikat Indonesian Peaceful and Cultural Harmony Regency dalam ajang Wonderful Indonesia Regencies Impact Award, sebagai pengakuan nasional atas kerukunan antarumat beragama di daerah itu.

Pembimbing Masyarakat Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Karbono, mengingatkan para peserta untuk menjaga ketertiban saat berjalan di jalur umum. Ia berharap perjalanan tidak mengganggu pengguna jalan lain. “Semoga perjalanan dari Candi Sima menuju Candi Sewu dalam rangkaian Tudong ini berjalan lancar hingga perayaan Waisak 2570 Buddhist Era,” ujarnya.

Perjalanan 11 hari ini dirancang berakhir tepat menjelang perayaan Waisak 2570 Buddhist Era di Candi Sewu, Klaten, yang menjadi puncak dari seluruh rangkaian ritual spiritual tersebut.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Surya Dharma