Berita

Rekayasa Lalu Lintas MRT Fase 2A di Harmoni Berlaku 4 Bulan, Jalan Gajah Mada Jadi Satu Arah

15
×

Rekayasa Lalu Lintas MRT Fase 2A di Harmoni Berlaku 4 Bulan, Jalan Gajah Mada Jadi Satu Arah

Sebarkan artikel ini

Teras News — Pengendara yang biasa melintas di kawasan Harmoni menuju Kota harus menyesuaikan rute mulai 25 Mei hingga 27 September 2026. Rekayasa lalu lintas proyek MRT Jakarta Fase 2A selama empat bulan itu memaksa sejumlah perubahan arus di jantung Jakarta Pusat.

PT MRT Jakarta (Perseroda) mengalihkan kendaraan dari tiga ruas jalan, yakni Jalan Majapahit, Jalan Suryopranoto, dan Jalan Ir. H. Juanda, yang semula bisa langsung menuju Jalan Hasyim Ashari dan arah Kota. Kini ketiga ruas itu diarahkan memutar melalui Jalan Gajah Mada. Dua lajur di Jalan Gajah Mada akan digunakan khusus untuk kendaraan pribadi selama rekayasa berlangsung.

Perubahan lain juga menyentuh ruas Jalan Gajah Mada setelah pertigaan Jalan Hasyim Ashari. Ruas yang sebelumnya berlaku dua arah kini diubah menjadi satu arah menuju Kota.

“Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mendukung pekerjaan konstruksi Stasiun Harmoni yang mencakup pekerjaan penggalian, pembangunan stasiun, kanal jalan bawah tanah (underpass), dan pintu masuk (entrance),” kata Ahmad Pratomo, Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Selasa.

Cakupan Proyek: Tiga Stasiun dan Terowongan Harmoni-Mangga Besar

Rekayasa ini bukan sekadar soal pengalihan jalan. Proyek di baliknya jauh lebih besar. Paket kontrak CP202 MRT Jakarta Fase 2A mencakup pembangunan tiga stasiun bawah tanah sekaligus, yaitu Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar, ditambah terowongan yang menghubungkan Harmoni hingga Mangga Besar.

Kontraktor pelaksana proyek ini adalah Shimizu-Adhi Karya Joint Venture (SAJV). PT MRT Jakarta mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya untuk mengatur lalu lintas. Rambu jalan, marka, dan lampu penerangan juga dipasang di sepanjang rute terdampak demi keselamatan pengguna jalan.

Satu kabar yang bisa sedikit meringankan pengendara: ruas Jalan Hayam Wuruk menuju Monas dipastikan tidak mengalami perubahan arus sama sekali.

Rekayasa Sudah Berjalan Sejak Awal 2026

Rekayasa lalu lintas di Harmoni sebenarnya bukan hal baru bagi warga Jakarta. Manajemen lalu lintas tahap 3.2 sudah berlangsung sejak 1 Januari hingga 30 April 2026, lalu diperpanjang sampai 24 Mei 2026. Perpanjangan terbaru ini, yang dimulai 25 Mei dan berakhir 27 September 2026, menjadi tahap berikutnya dari rangkaian panjang pengaturan jalan selama konstruksi berlangsung.

MRT Jakarta Fase 2A sendiri merupakan perpanjangan jalur dari Bundaran HI menuju Kota Tua. Per laporan terakhir, progres konstruksi keseluruhan fase ini telah mencapai 59,7 persen. Pemerintah menargetkan jalur ini beroperasi pada 2027.

Selama empat bulan ke depan, pengendara yang sehari-hari mengandalkan simpang Harmoni sebagai jalur utama perlu memperhitungkan waktu tempuh lebih panjang dan menyiapkan rute alternatif agar tidak terjebak kemacetan di Jalan Gajah Mada yang kini menanggung beban pengalihan arus dari tiga jalan sekaligus.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Ratna Dewi