Teras News — Cuaca ekstrem yang berpotensi masuk dari barat kembali membayangi Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa Indonesia bersama empat negara tetangga kini tengah memantau perkembangan badai Monsun di Teluk Benggala yang berpotensi membawa dampak ke wilayah-wilayah sekitarnya.
Keempat negara yang turut serta dalam pemantauan ini adalah Thailand, India, Myanmar, dan Malaysia. Kolaborasi lintas negara ini menunjukkan bahwa sistem cuaca di Teluk Benggala bukan ancaman lokal semata, melainkan fenomena regional yang pergerakannya bisa memengaruhi kondisi atmosfer di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan secara bersamaan.
Teluk Benggala, Sumber Badai yang Kerap Pengaruhi Asia Tenggara
Teluk Benggala dikenal sebagai salah satu perairan yang aktif melahirkan sistem tekanan rendah dan badai tropis, terutama selama periode Monsun. Wilayah ini terletak di antara India bagian timur, Bangladesh, Myanmar, dan Kepulauan Andaman, sehingga gangguan cuaca yang terbentuk di sana kerap merambat ke arah timur dan selatan, memasuki zona pengaruh Asia Tenggara termasuk Indonesia bagian barat.
Baca Juga:
Pemantauan bersama antara lima negara ini menjadi respons terkoordinasi untuk mengantisipasi pergerakan sistem badai sejak dini. Dengan data dari masing-masing badan meteorologi nasional, proyeksi dampak cuaca bisa dipetakan lebih akurat sebelum sistem badai mencapai daratan atau perairan masing-masing negara.
BMKG Ungkap Potensi Dampak ke Indonesia
BMKG secara khusus menyoroti potensi dampak yang bisa dirasakan di wilayah Indonesia. Meski sumber berita yang dipublikasikan tidak merinci daerah mana saja yang paling berisiko terdampak, pemantauan aktif yang dilakukan BMKG mengindikasikan adanya kewaspadaan terhadap perubahan pola cuaca yang bisa dipicu oleh dinamika Monsun dari Teluk Benggala.
Badai Monsun sendiri merupakan sistem angin musiman berskala besar yang membawa massa udara lembap dari samudra ke daratan. Saat intensitasnya meningkat dan disertai konsentrasi awan tebal, sistem ini bisa memicu hujan lebat berkepanjangan, angin kencang, dan gelombang tinggi di perairan yang dilaluinya.
Situasi ini perlu diikuti perkembangannya, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir barat Indonesia serta mereka yang memiliki aktivitas pelayaran di perairan bagian barat Nusantara.
Editor: Surya Dharma