Internasional

Giorgia Meloni Desak Selat Hormuz Bebas Hambatan, Italia Siap Kirim Dukungan Keamanan

9
×

Giorgia Meloni Desak Selat Hormuz Bebas Hambatan, Italia Siap Kirim Dukungan Keamanan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan maupun pembatasan diskriminatif, Sabtu, dalam forum yang mempertemukan negara-negara Eropa dan kawasan Teluk di Costa Navarino, Yunani.

“Yang pertama adalah pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan atau pembatasan diskriminatif, karena kemakmuran tidak hanya kawasan Mediterania dan Teluk, tetapi juga seluruh dunia bergantung pada kebebasan navigasi,” kata Meloni dalam Forum Eropa-Teluk tersebut.

Italia Tawarkan Pengalaman Misi Aspides dan Atalanta

Meloni menyebut Italia siap berkontribusi langsung dalam menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz, asalkan kondisi di lapangan memungkinkan. Tawaran itu bukan tanpa dasar. Italia sebelumnya telah terlibat dalam dua operasi militer Uni Eropa di kawasan perairan strategis lain, yakni misi Aspides dan Atalanta, yang beroperasi di Laut Merah dan Samudra Hindia.

Selat Hormuz adalah jalur pelayaran sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Samudra Hindia. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur ini setiap harinya, menjadikannya salah satu titik paling krusial bagi perdagangan energi global.

Iran Tidak Boleh Miliki Senjata Nuklir, Kata Meloni

Dalam forum yang sama, Meloni juga mengangkat isu nuklir Iran. Ia menegaskan Tehran tidak boleh memperoleh senjata nuklir karena dapat mengancam keselamatan negara-negara di sekitarnya.

Pernyataan Meloni muncul di tengah ketegangan yang belum mereda antara Iran dan negara-negara Barat terkait program nuklir Tehran. Sebelumnya, pejabat Eropa dilaporkan telah berunding dengan Garda Revolusi Iran soal persoalan yang sama di Selat Hormuz, termasuk rencana Iran yang sempat beredar mengenai mekanisme baru biaya transit bagi kapal-kapal yang melewati selat tersebut.

Bagi negara-negara pengimpor energi di Asia dan Eropa, gangguan di Selat Hormuz bisa langsung memukul pasokan bahan bakar dan mendorong lonjakan harga minyak di pasar internasional. Kekhawatiran itu yang mendorong Roma turun tangan secara diplomatik.

Sejauh ini belum ada respons resmi dari pihak Iran atas seruan Meloni tersebut.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Surya Dharma