Teras News — Selasa (12/5/2026), polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat kembali memanas setelah Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap penonaktifan dewan juri dan pembawa acara (MC) yang terlibat dalam perlombaan tersebut.
Pernyataan itu Kawendra sampaikan lewat unggahan di akun media sosial pribadinya, yang kemudian ikut viral dan mendapat perhatian luas dari warganet.
Dewan Juri dan MC Dinonaktifkan Usai Polemik Merebak
Kawendra mengapresiasi respons cepat Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, yang mendorong penonaktifan dewan juri maupun MC dalam kompetisi tersebut.
Baca Juga:
“Apresiasi untuk Pimpinan MPR, Abcandra Akbar, yang telah mendorong penonaktifan dewan juri serta MC dalam LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalbar yang menjadi polemik beberapa waktu ini,” tulis Kawendra.
LCC Empat Pilar sendiri adalah kompetisi cerdas cermat yang diselenggarakan MPR RI untuk menguji pemahaman pelajar terhadap empat pilar kebangsaan Indonesia, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kompetisi ini rutin digelar di berbagai provinsi sebagai bagian dari program pendidikan kebangsaan kepada generasi muda.
Jawaban SMAN 1 Pontianak Diklaim Dianulir Juri
Inti persoalan yang memantik perdebatan adalah keputusan dewan juri pada babak final. Kawendra menyebut tim dari SMAN 1 Pontianak telah menjawab dengan benar lebih dahulu dalam salah satu sesi, namun jawaban mereka justru dianulir.
“Harus fair kita akui bahwa adik-adik dari SMAN 1 Pontianak sudah memberikan jawaban yang benar lebih dulu, tetapi malah dianulir oleh dewan juri,” tulisnya.
Keputusan itu memicu gelombang kritik dari warganet yang menilai penilaian juri tidak konsisten dan tidak adil. Video atau rekaman jalannya babak final beredar di media sosial dan menjadi bahan perdebatan ramai di berbagai platform.
Kawendra Siapkan Hadiah Apresiasi untuk Para Siswa
Tidak berhenti pada pernyataan dukungan, Kawendra mengaku sudah mengambil tindakan nyata untuk para pelajar yang merasa dirugikan. Ia meminta Ketua DPW Gekrafs Kalimantan Barat berkoordinasi langsung dengan tim SMAN 1 Pontianak guna memberikan hadiah apresiasi kepada para siswa.
“Karena mereka adalah generasi penerus yang harus terus dijaga optimismenya,” ujar Kawendra.
Gekrafs, atau Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional, adalah organisasi yang bergerak di bidang penguatan ekonomi kreatif di Indonesia dan memiliki jaringan kepengurusan di tingkat provinsi di seluruh wilayah.
Kasus Sudah Ditangani Pimpinan MPR
Penonaktifan dewan juri dan MC merupakan respons kelembagaan yang diambil pimpinan MPR RI setelah polemik berkembang ke publik. Wakil Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar Supratman disebut sebagai sosok yang mendorong langkah tersebut.
Publik kini menunggu apakah MPR RI akan mengumumkan hasil resmi penyelidikan internal terkait penilaian yang bermasalah, termasuk apakah ada mekanisme koreksi atau keputusan ulang bagi peserta yang terdampak dari babak final LCC Empat Pilar Kalbar tersebut.
Editor: Arif Budiman