Teras News — Kamis (14/5/2026), demonstran dari serikat pekerja pertambangan berhadapan langsung dengan pasukan polisi di jalanan La Paz, ibu kota administrasi Bolivia. Suasana mencekam. Di belakang garis kerumunan, asap mengepul dari sekitar titik-titik blokade yang telah memutus akses jalan utama ke berbagai wilayah negeri itu selama berhari-hari.
Bolivia tengah berada dalam krisis politik dan ekonomi yang memburuk sejak awal Mei 2026. Gelombang mogok nasional dan blokade jalan melumpuhkan distribusi bahan bakar serta aktivitas warga di banyak kota. Menurut laporan otoritas setempat yang dikutip Reuters, sedikitnya 38 titik blokade jalan utama tersebar di seluruh penjuru negeri.
Perseteruan Tiga Pihak di Jantung Krisis Bolivia
Ketegangan ini bukan sekadar bentrok antara demonstran dan aparat. Di balik aksi massa yang meluas, ada perseteruan segitiga yang rumit: pemerintahan Presiden Rodrigo Paz di satu sisi, faksi pendukung mantan presiden Evo Morales di sisi lain, serta serikat pekerja dan kelompok masyarakat adat yang menuntut perubahan kebijakan.
Baca Juga:
Morales, mantan presiden yang kini menghadapi perintah penangkapan atas kasus hukum, menggerakkan pendukungnya untuk melakukan “pawai panjang” dari Caracollo menuju La Paz. Tujuannya satu: mendesak Presiden Rodrigo Paz mundur dari jabatannya.
Kelompok masyarakat adat berpengaruh, Ponchos Rojos, turut bergabung dalam aksi ini. Serikat guru pun menyatakan mogok di wilayah-wilayah strategis seperti El Alto dan La Paz sendiri.
Akumulasi Kemarahan Warga Sejak Awal Mei
Protes besar-besaran ini tidak datang tiba-tiba. Gelombang ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan agraria pemerintah menumpuk sejak awal Mei 2026, hingga akhirnya meledak dalam bentuk aksi massal yang meluas ke berbagai provinsi.
Krisis bahan bakar memperparah situasi. Kelangkaan BBM memukul kehidupan sehari-hari warga, mempersulit transportasi, dan mendorong lebih banyak kelompok bergabung dalam aksi mogok nasional.
Minggu ini, eskalasi terjadi lebih cepat dari sebelumnya. Jumlah titik blokade bertambah, keterlibatan Morales makin terbuka, dan jumlah kelompok yang menyatakan bergabung dalam mogok terus bertambah.
Situasi di Bolivia saat ini masih bergerak. Pemerintahan Presiden Rodrigo Paz belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan para demonstran, sementara massa pendukung Morales dilaporkan terus bergerak mendekati La Paz dalam pawai yang mereka sebut sebagai tekanan terbuka terhadap pemerintah.
Editor: Surya Dharma