Teras News — Enam saham Indonesia resmi dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dalam review indeks periode Mei 2026. Tidak ada satu pun saham baru dari Indonesia yang masuk menggantikan posisi tersebut.
Pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) ini langsung menjadi perhatian pelaku pasar domestik. Review indeks MSCI dilakukan secara berkala dan hasilnya sangat berpengaruh terhadap aliran dana investor institusional global, karena banyak reksa dana dan dana pensiun internasional yang mengacu pada indeks MSCI sebagai tolok ukur portofolio mereka.
Pukulan Bersih: Enam Keluar, Nol Masuk
Dalam putaran review kali ini, Indonesia mencatat hasil yang berat. Enam saham dicoret sekaligus dari MSCI Global Standard Index tanpa ada kompensasi dari saham baru yang berhasil lolos seleksi masuk. Kondisi ini berarti bobot Indonesia dalam indeks tersebut menyusut secara neto.
Baca Juga:
Hasil ini diumumkan MSCI pada Rabu (13/5/2025). Saham-saham yang dicoret dari indeks global umumnya akan menghadapi tekanan jual dari investor asing yang menyesuaikan portofolionya mengikuti komposisi indeks terbaru.
India Tolak LNG Rusia yang Terkena Sanksi
Di luar isu pasar saham, ada perkembangan lain yang berpotensi memengaruhi dinamika energi global. Rusia dilaporkan terus berupaya mengamankan kontrak jangka panjang untuk memasok gas alam cair (LNG) dan pupuk ke India, dalam upaya mengalihkan pasar yang selama ini mengandalkan pembeli dari Eropa.
India membuka sinyal positif untuk pembelian LNG dari Rusia. Namun ada syarat ketat yang dipasang: kargo yang dibeli harus berasal dari proyek yang bebas dari sanksi internasional. Syarat ini secara praktis mempersempit ruang gerak Rusia, mengingat sejumlah proyek energinya masuk dalam daftar sanksi negara-negara Barat menyusul invasi ke Ukraina.
Posisi India mencerminkan kalkulasi pragmatis. Sebagai salah satu importir energi terbesar di dunia, India berkepentingan menjaga pasokan murah dari Rusia, namun tidak ingin mengambil risiko pelanggaran sanksi yang bisa berdampak pada hubungan dagangnya dengan Amerika Serikat dan Eropa.
Kedua isu ini, tekanan pada pasar saham Indonesia dan tarik-ulur kesepakatan energi Rusia-India, menjadi sorotan dalam program Evening Up CNBC Indonesia yang tayang Rabu (13/5/2025). Bagi investor di pasar Indonesia, keputusan MSCI ini akan menjadi faktor penting yang dicermati dalam pergerakan pasar dalam beberapa hari ke depan.
Editor: Surya Dharma