Teras News — 600 ton — itulah jumlah stok beras yang tersimpan di Gudang Perum Bulog Cabang Bukittinggi di Baso, Kabupaten Agam, per Jumat (8/5/2026). Jumlah itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Bulog Bukittinggi selama tiga bulan ke depan.
Angka tersebut terungkap saat Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, mengunjungi gudang Bulog di Baso. Dalam kunjungan kerja itu, legislator dari Fraksi Gerindra ini meninjau langsung kondisi gudang dan berdiskusi dengan jajaran Bulog soal kapasitas penyimpanan serta penyerapan gabah petani setempat.
Serapan Gabah Capai 1.600 Ton, Harga Rp 6.500 per Kilogram
Hingga kunjungan berlangsung, total gabah yang diserap Bulog Bukittinggi dari petani di wilayah kerjanya tercatat sekitar 1.600 ton. Wilayah kerja Bulog Bukittinggi sendiri mencakup Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Pasaman, Pasaman Barat, hingga Padang Panjang.
Baca Juga:
Ade Rezki menyebut kebijakan harga serapan gabah senilai Rp 6.500 per kilogram memberikan kepastian harga bagi petani lokal. “Petani sangat terbantu karena Bulog menyerap langsung gabah mereka untuk diproses menjadi beras,” ujarnya.
Penyerapan langsung itu, menurut Ade, juga menjaga stabilitas pangan sekaligus mendukung kesejahteraan petani di wilayah yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.
Gudang Baru di Pasaman Mulai Diproses
Pimpinan Bulog Cabang Bukittinggi, Romi Victa Rose, mengungkapkan pihaknya telah memulai proses penambahan gudang baru di Kabupaten Pasaman. Pembangunan gudang itu ditujukan untuk memperkuat kapasitas penyimpanan pangan, khususnya di wilayah yang dekat dengan sentra produksi gabah.
Pemerintah pusat, menurut Ade, juga berencana memperkuat infrastruktur logistik pangan dengan membangun gudang baru yang lokasinya lebih dekat dengan sentra produksi gabah dan beras. Rencana ini sejalan dengan langkah Bulog Bukittinggi yang sudah memulai proses di Pasaman.
Capaian serapan beras Bulog Bukittinggi saat ini telah menyentuh sekitar 80 persen dari target, setara 860 ton. Bulog menargetkan angka tersebut tumbuh hingga 2.000 ton pada akhir tahun, seiring masuknya musim panen raya.
Bulog Salurkan Stok saat Bencana Akhir 2025
Ade Rezki juga mengungkit respons Bulog Bukittinggi saat bencana hidrometeorologi melanda wilayah Sumatera Barat pada akhir 2025. Bulog disebut bertindak cepat menyalurkan stok penyangga kepada masyarakat yang terdampak.
“Stok beras saat ini di gudang Baso mencapai 600 ton dan dinilai mencukupi untuk kebutuhan masyarakat,” kata Ade Rezki saat kunjungan berlangsung.
Dengan target serapan 2.000 ton hingga akhir 2026 dan rencana penambahan gudang di Pasaman, Bulog Bukittinggi kini mengejar peningkatan kapasitas penyimpanan sebelum musim panen raya berikutnya tiba.
Editor: Surya Dharma