Teras News — Presiden Prabowo Subianto mendesak negara-negara ASEAN untuk bersama-sama memperkuat ketahanan pangan kawasan sebagai respons terhadap tekanan tantangan global yang kian berat. Pernyataan itu disampaikan dalam sesi pleno KTT ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5).
“Kita harus ingat bahwa wilayah kita memiliki jalur perdagangan strategis,” kata Prabowo di hadapan para pemimpin negara-negara anggota ASEAN.
Cebu Jadi Panggung Seruan Pangan ASEAN
KTT ke-48 ASEAN digelar di Cebu, kota terbesar kedua Filipina, yang juga menjadi tuan rumah forum kepala negara kawasan Asia Tenggara kali ini. Prabowo hadir dan mengambil giliran bicara dalam sesi pleno, forum formal di mana setiap kepala negara menyampaikan posisi dan prioritas masing-masing.
Baca Juga:
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa penguatan ketahanan pangan bukan sekadar agenda satu negara, melainkan tanggung jawab bersama seluruh anggota blok regional beranggotakan sepuluh negara itu. Asia Tenggara selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan dunia, namun sejumlah negara kawasan masih bergantung pada impor komoditas tertentu.
Tantangan Global Jadi Latar Seruan Indonesia
Prabowo tidak merinci secara spesifik tantangan global yang ia maksud dalam kutipan yang dirilis Sekretariat Kabinet. Namun pertemuan para pemimpin ASEAN kali ini berlangsung di tengah ketidakpastian rantai pasok pangan global, termasuk dampak perubahan iklim terhadap produksi pertanian di berbagai negara anggota.
Indonesia, sebagai negara dengan populasi terbesar di ASEAN, memiliki kepentingan langsung dalam isu ini. Produksi beras, jagung, dan komoditas pangan pokok lainnya di dalam negeri kerap menjadi barometer stabilitas harga dan pasokan di tingkat kawasan.
KTT ASEAN ke-48 di Cebu menjadi salah satu forum multilateral pertama yang dihadiri Prabowo setelah ia resmi menjabat sebagai Presiden RI. Pertemuan ini diharapkan menghasilkan kesepakatan konkret antara negara-negara anggota, termasuk dalam bidang koordinasi cadangan pangan regional.
Editor: Surya Dharma