Teras News — Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Pekanbaru mulai mereda setelah sempat membludak dalam beberapa hari terakhir. Anggota Komisi XII DPR RI, Muhammad Rohid, turun langsung ke lapangan bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut pada Selasa (5/5/2026) untuk mengecek kondisi distribusi BBM di kota tersebut.
Salah satu SPBU yang dikunjungi berada di Jalan Imam Munandar (Harapan Raya), Pekanbaru. Di sana, Rohid mendapati tidak ada lagi antrean berarti. Solar, pertalite, pertamax, pertamina dex, dan dexlite semuanya tersedia.
“Saya hari ini dari Fraksi Gerindra DPR RI turun langsung meninjau beberapa titik. Di lokasi pertama yang kami lihat, Alhamdulillah sudah tidak ada antrian sama sekali. Kami cek juga seluruh jenis BBM tersedia dan stoknya aman di SPBU,” kata Rohid.
Baca Juga:
Panic Buying Dipicu Isu Kelangkaan di Media Sosial
Antrean panjang yang sempat terjadi di Pekanbaru, Pelalawan, dan Kampar bukan karena BBM betul-betul kosong. Rohid menilai kepanikan warga akibat isu kelangkaan yang menyebar luas, termasuk di media sosial, menjadi biang kerok utama.
“Mungkin sebenarnya masyarakat masih memiliki stok BBM di kendaraannya, tetapi karena melihat banyak antrian akhirnya ikut mengantri juga. Itu yang membuat antrian menjadi panjang,” ungkapnya.
Kondisi serupa diakui oleh Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi. Menurutnya, stok BBM di Provinsi Riau sesungguhnya masih sangat mencukupi. Distribusi ditopang dua depo utama Pertamina yang berlokasi di Siak dan Dumai.
“Secara stok kondisi kita masih sangat cukup. Namun memang belakangan ini ada isu yang berkembang, baik di media sosial maupun di tengah masyarakat, yang memicu panic buying,” jelas Sunardi.
Pengawasan SPBU Nakal Ditagih Warga
Rohid juga menyinggung soal pengawasan distribusi BBM subsidi. Ia menegaskan SPBU yang terbukti menyimpangkan distribusi harus mendapat sanksi tegas, tanpa pengecualian.
Rohid turut menyebut bahwa pemerintah telah berupaya menjaga harga BBM subsidi tetap terjangkau sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Sunardi menyambut baik inspeksi mendadak itu. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rohid yang sudah turun langsung ke lapangan. Ini penting agar kondisi riil distribusi BBM bisa diketahui bersama, terutama terkait isu kelangkaan yang belakangan berkembang di masyarakat,” tuturnya.
Dengan stok dinyatakan aman dan antrean mulai surut, warga Pekanbaru kini menunggu kepastian bahwa kondisi normal akan bertahan, seiring pengawasan yang dijanjikan baik dari legislatif maupun Pertamina di lapangan.
Editor: Surya Dharma