Berita

Taj Yasin Minta Pengembang Perumahan di Jateng Integrasikan Biogas dari Septic Tank Komunal

17
×

Taj Yasin Minta Pengembang Perumahan di Jateng Integrasikan Biogas dari Septic Tank Komunal

Sebarkan artikel ini

Teras News — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong pengembang perumahan di provinsinya beralih ke konsep perumahan mandiri energi berbasis biogas, dengan memanfaatkan limbah rumah tangga dari septic tank komunal sebagai pengganti elpiji konvensional.

Gagasan itu disampaikan Taj Yasin saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Jawa Tengah, di The SURI Ballroom Queencity Kota Semarang, Kamis (7/5/2026).

Limbah Tahu di Magelang Tenagai 100 Rumah Tanpa Beli Gas

Taj Yasin menunjuk dua daerah di Jawa Tengah sebagai bukti bahwa model ini bukan sekadar wacana. Di Magelang, limbah industri tahu sudah dikonversi menjadi energi yang mencukupi kebutuhan 100 rumah, tanpa warganya harus membeli gas. Di Boyolali, kotoran sapi diolah menjadi biogas untuk keperluan sehari-hari.

“Pengembangan perumahan atau kawasan bisa kita komunalkan septic tank-nya, sehingga bisa kita olah menjadi sebuah energi gas,” kata Taj Yasin.

Wagub menilai kemandirian energi bisa menjadi daya tarik komersial tersendiri bagi pengembang. Rumah yang bebas elpiji, menurutnya, punya nilai jual lebih tinggi di tengah ketergantungan nasional pada impor gas.

“Kalau ini diintegrasikan dengan pengembangan perumahan, nanti promosinya beli perumahan tidak perlu beli gas elpiji. Nah ini akan menarik. Dan kita juga akan hemat energi, karena gas ini negara kita masih impor,” paparnya.

Satu Rumah Satu Sumur Resapan, Pengembang Dilarang Betonisasi Total

Taj Yasin tidak berhenti di soal energi. Dia juga memberi instruksi tegas soal tata ruang perumahan, menyikapi intensitas bencana yang meningkat sepanjang 2026.

Pengembang di bawah naungan Himperra diminta memastikan setiap kawasan memiliki sumur resapan dan lahan terbuka yang memadai. Rob (banjir akibat air laut pasang) dan tanah gerak disebut Taj Yasin sebagai dua ancaman utama yang harus diantisipasi sejak tahap perencanaan.

“Tahun 2026 ini kita menghadapi banyak tantangan bencana, mulai dari rob hingga tanah gerak. Saya minta pengembang jangan hanya beton semua. Site plan harus ada sumur resapan, syukur-syukur satu rumah satu sumur resapan, agar kita tidak krisis air tanah dan aman dari banjir,” tegasnya.

Permintaan itu menyasar praktik umum pengembang yang kerap memaksimalkan lahan keras demi efisiensi biaya, dengan mengorbankan area serapan air dan ruang hijau.

Rakerda Himperra Jawa Tengah 2026 menjadi forum tahunan yang mempertemukan para pengembang perumahan rakyat di wilayah itu untuk merumuskan arah kerja ke depan. Seruan Taj Yasin di forum tersebut kini menanti respons konkret dari para pengembang yang hadir.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Surya Dharma