Internasional

9 Penambang Tewas dalam Ledakan Tambang Batu Bara di Kolombia, Peringatan Keselamatan Sudah Diberikan Sebulan Sebelumnya

15
×

9 Penambang Tewas dalam Ledakan Tambang Batu Bara di Kolombia, Peringatan Keselamatan Sudah Diberikan Sebulan Sebelumnya

Sebarkan artikel ini

Teras News — Sembilan pekerja tambang tewas setelah ledakan mengguncang tambang batu bara La Ciscuda di provinsi Cundinamarca, Kolombia, Senin (4/5/2026) waktu setempat. Enam orang lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit regional.

Yang membuat insiden ini lebih tragis: otoritas pertambangan Kolombia sebenarnya sudah memperingatkan adanya bahaya di lokasi itu hampir sebulan sebelum ledakan terjadi.

Inspeksi 9 April Temukan Gas Metana, Rekomendasi Diabaikan

Badan pertambangan nasional Kolombia (ANM) mengungkapkan bahwa petugas mereka mengunjungi tambang La Ciscuda pada 9 April dan langsung menemukan indikasi akumulasi gas berbahaya di dalam terowongan. Rekomendasi penguatan keselamatan segera dikeluarkan. Namun ledakan tetap terjadi.

ANM menyatakan dalam pernyataan resminya, seperti dilaporkan Reuters, bahwa pihaknya telah memberikan peringatan secara eksplisit. “Seperti yang telah diperingatkan ANM selama kunjungan inspeksi, endapan batu bara dapat menghadirkan akumulasi gas seperti metana, serta konsentrasi debu batu bara,” demikian bunyi pernyataan lembaga tersebut.

Penyebab ledakan diduga berasal dari akumulasi gas berbahaya di dalam tambang, termasuk metana. Gas ini kerap menjadi ancaman utama di tambang batu bara bawah tanah karena mudah terbakar dan sulit terdeteksi tanpa alat khusus.

Perusahaan Pengelola Tambang Belum Buka Suara

Tambang La Ciscuda dioperasikan oleh perusahaan Carbonera Los Pinos. Hingga berita ini disusun, perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan apapun atas insiden yang menewaskan para pekerjanya itu.

Korban yang selamat kini menjalani perawatan di rumah sakit regional. Kondisi mereka belum dirinci lebih lanjut oleh otoritas setempat.

Kolombia Dikenal Rawan Kecelakaan Tambang

Ledakan di Cundinamarca bukan kejadian pertama yang mengguncang sektor pertambangan Kolombia. Negara Amerika Selatan ini memiliki rekam jejak panjang kecelakaan serius di lokasi tambang, baik yang beroperasi secara resmi maupun ilegal.

Kecelakaan paling sering terjadi di tambang-tambang informal yang tidak menerapkan standar keselamatan memadai. Operasi tambang bawah tanah, khususnya untuk batu bara, menyimpan risiko tinggi karena potensi akumulasi gas beracun dan mudah meledak seperti metana, ditambah debu batu bara yang dalam konsentrasi tertentu juga bisa memicu ledakan.

Pihak berwenang Kolombia kini tengah menyelidiki insiden ini, termasuk mengkaji sejauh mana rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan ANM pada April lalu ditindaklanjuti oleh pengelola tambang sebelum ledakan terjadi.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma