Teras News — Ketegangan di kawasan Teluk kembali memanas setelah Arab Saudi secara terbuka mengecam serangan terbaru Iran yang menargetkan Uni Emirat Arab (UEA). Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyatakan serangan rudal dan drone dari Iran ke UEA sama sekali tidak memiliki alasan yang dapat dibenarkan.
Pernyataan keras itu disampaikan langsung oleh Mohammed bin Salman, yang juga dikenal dengan inisial MBS, sebagaimana dilaporkan Sindonews. Dalam pandangannya, serangan tersebut adalah tindakan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum maupun diplomatik.
Serangan Drone dan Rudal Iran ke UEA Picu Kecaman Regional
Iran dan UEA selama ini memiliki hubungan yang tegang, sebagian besar dipicu oleh persaingan pengaruh di kawasan Timur Tengah serta perselisihan wilayah atas tiga pulau di Teluk Persia, yakni Abu Musa dan Kepulauan Tunb, yang telah dikuasai Iran sejak 1971. UEA secara konsisten mengklaim wilayah tersebut sebagai bagian dari emirat Sharjah dan Ras Al Khaimah.
Baca Juga:
Arab Saudi sendiri merupakan salah satu rival utama Iran di kawasan. Kedua negara kerap berada di kubu berlawanan dalam berbagai konflik proksi, termasuk perang di Yaman, di mana Arab Saudi memimpin koalisi militer melawan kelompok Houthi yang didukung Teheran.
Kecaman dari Riyadh ini memperkuat posisi negara-negara Teluk yang secara kolektif memandang ekspansi militer Iran sebagai ancaman nyata terhadap stabilitas kawasan.
Sejauh ini, pihak Iran belum mengeluarkan respons resmi atas pernyataan Mohammed bin Salman tersebut.
Editor: Ratna Dewi