Internasional

500.000 Anak Somalia Kekurangan Gizi Akut, Stok Makanan Terapeutik Tertahan di India

13
×

500.000 Anak Somalia Kekurangan Gizi Akut, Stok Makanan Terapeutik Tertahan di India

Sebarkan artikel ini

Teras News — Hampir setengah juta anak di bawah lima tahun di Somalia kini menghadapi kekurangan gizi akut parah, sementara pasokan makanan terapeutik yang menjadi penanganan utama justru tertahan di pelabuhan India. Krisis ini kian berat setelah gangguan rantai pasokan global akibat perang di Iran memutus jalur distribusi bantuan ke wilayah terdampak.

RUTF Menumpuk di Pelabuhan, Bukan di Klinik

Makanan terapeutik siap pakai yang dikenal dengan nama RUTF (Ready-to-Use Therapeutic Food) adalah produk berkalori tinggi dan kaya nutrisi yang dirancang khusus untuk memulihkan anak-anak dengan gizi buruk berat. Di Somalia, RUTF menjadi satu-satunya pilihan pengobatan realistis bagi ribuan bayi dan balita yang masuk klinik setiap hari.

Namun kini stok itu tak sampai ke tangan mereka yang membutuhkan. Komite Penyelamatan Internasional (IRC) melaporkan bahwa pengiriman RUTF tertahan di pelabuhan India akibat terputusnya rantai pasokan global, seperti dilaporkan Reuters, Kamis (30/4/2026). Pesanan senilai puluhan ribu dolar terpaksa dibatalkan.

Akibatnya, klinik-klinik di wilayah Baidoa, salah satu daerah dengan tingkat kerawanan pangan tertinggi di Somalia, mulai kehabisan stok. Tenaga medis memperingatkan kondisi anak-anak bisa memburuk drastis karena pilihan pengobatan yang tersedia makin terbatas, termasuk susu khusus untuk bayi dengan gizi buruk.

Kekeringan dan Surutnya Bantuan Internasional Memperparah Situasi

Somalia memang bukan negara asing bagi bencana kelaparan. Kekeringan berkepanjangan selama beberapa tahun terakhir telah menggerus produksi pangan lokal. Jutaan warga mengungsi ke kamp-kamp di pinggiran kota besar seperti Mogadishu, membawa anak-anak yang sudah dalam kondisi kritis.

Di kamp-kamp itu, para ibu mengantre bantuan darurat sambil menggendong bayi yang tubuhnya tampak jauh lebih kecil dari usianya. Sebagian membawa anak ke klinik setelah melihat tanda-tanda kekurangan gizi, tetapi proses pemulihan kini terhambat bukan karena kurangnya tenaga medis, melainkan karena obatnya tidak ada.

Bantuan internasional yang selama ini menjadi sandaran Somalia pun mulai surut. Tanpa suntikan dana dari luar, lembaga-lembaga kemanusiaan kesulitan membiayai pengadaan alternatif.

Lembaga Bantuan Cari Pasokan dari Kenya

IRC dan lembaga bantuan lain kini berupaya mengalihkan pengadaan RUTF dari negara lain, dengan Kenya menjadi salah satu opsi yang dijajaki. Namun proses itu butuh waktu, sementara kondisi anak-anak di lapangan tidak bisa menunggu.

Situasi di Somalia saat ini menggambarkan tabrakan antara dua krisis sekaligus: krisis pangan lokal yang sudah berlangsung lama, dan gangguan rantai pasokan global yang memotong jalur bantuan dari luar. Kombinasi keduanya membuat jutaan anak berada di titik paling rentan.

Lembaga kemanusiaan internasional mendesak solusi cepat sebelum angka kematian anak akibat gizi buruk kembali melonjak di salah satu negara termiskin di dunia itu.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Ratna Dewi