Berita

Prabowo Tinjau Langsung TPST BLE Banyumas, Dorong Sampah Jadi Sumber Ekonomi Warga

7
×

Prabowo Tinjau Langsung TPST BLE Banyumas, Dorong Sampah Jadi Sumber Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini

Teras News — Pengelolaan sampah yang buruk selama ini kerap menjadi beban anggaran daerah sekaligus sumber masalah lingkungan bagi jutaan warga Indonesia. Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Selasa (28/4), memberi sinyal bahwa pemerintah pusat kini menaruh perhatian serius pada model pengelolaan sampah yang tidak sekadar membuang, tetapi menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo melihat langsung proses pengolahan sampah yang dijalankan di fasilitas itu. TPST BLE Banyumas dirancang sebagai model pengelolaan sampah terpadu yang menggabungkan fungsi pengolahan, pelestarian lingkungan, sekaligus edukasi publik.

Sampah sebagai Bagian dari Ekonomi Sirkular

Konsep ekonomi sirkular yang didorong pemerintah dalam kunjungan ini bukan sesuatu yang baru di dunia. Secara sederhana, ekonomi sirkular adalah pendekatan di mana limbah dan sampah tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah kembali menjadi bahan baku atau produk baru yang punya nilai jual. Model ini sudah diterapkan di sejumlah negara Eropa dan Asia Timur sebagai strategi mengurangi ketergantungan pada bahan baku baru sekaligus menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Indonesia menghasilkan puluhan juta ton sampah setiap tahunnya. Sebagian besar masih berakhir di tempat pembuangan akhir tanpa pengolahan berarti. Kehadiran fasilitas seperti TPST BLE Banyumas menjadi salah satu jawaban atas tantangan itu di tingkat kabupaten.

Banyumas Jadi Percontohan Nasional

Pilihan Presiden Prabowo untuk mengunjungi Banyumas bukan tanpa alasan. Fasilitas TPST BLE di kabupaten ini disebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi bagi masyarakat, seperti dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (28/4).

Kunjungan langsung kepala negara ke fasilitas pengelolaan sampah di daerah menunjukkan bahwa isu ini naik ke level prioritas nasional, tidak hanya urusan pemerintah daerah semata.

Pemerintah berharap model TPST BLE Banyumas bisa menjadi rujukan bagi daerah lain di Indonesia dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, ramah lingkungan, dan mampu memberi manfaat ekonomi nyata bagi warga sekitarnya.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Ratna Dewi