Internasional

Bom di Bus Pedesaan Kolombia Tewaskan 20 Orang, 15 di Antaranya Perempuan

14
×

Bom di Bus Pedesaan Kolombia Tewaskan 20 Orang, 15 di Antaranya Perempuan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Dua puluh orang tewas dan 36 lainnya luka-luka setelah bom meledak di bawah bus pedesaan yang melintas di Cajibio, wilayah Cauca, Kolombia barat daya, pada Sabtu (25/4). Mayoritas korban jiwa adalah perempuan — 15 dari 20 orang yang tewas.

Bus yang meledak adalah chiva, kendaraan angkutan pedesaan khas Kolombia yang biasa mengangkut warga dari kampung ke kampung. Alat peledak rupanya sudah dipasang di gorong-gorong di sepanjang Jalan Raya Pan-Amerika sebelum bus itu melintas. Ada pula laporan yang menyebutkan bom kemungkinan dilemparkan langsung ke arah bus, yang memperparah kerusakan.

Kawah Sedalam 200 Meter Kubik Menganga di Jalan Raya

Ledakan menciptakan kawah berukuran 200 meter kubik di badan jalan. Kendaraan-kendaraan lain di sekitar lokasi juga rusak akibat kekuatan ledakan. Upaya perbaikan jalan langsung dikerjakan pascakejadian.

“Konsorsium terus bekerja untuk memulihkan jalan terdampak,” kata Gubernur Cauca Octavio Guzman melalui platform X.

Dari 36 korban luka, tiga masih menjalani perawatan intensif. Lima anak-anak yang ikut menjadi korban dilaporkan kondisinya berangsur membaik.

Gubernur: Serangan Paling Brutal dalam Beberapa Dekade

Gubernur Guzman tidak menyembunyikan kemarahannya. “Apa yang terjadi kemarin, 25 April, merupakan serangan yang paling brutal dan keji terhadap masyarakat sipil di wilayah Cauca selama beberapa dekade terakhir,” tulisnya.

Ia menetapkan masa berkabung tiga hari dan mengumumkan akan menggelar upacara peringatan bagi para korban. Otoritas setempat juga menyiapkan bantuan kemanusiaan, pendampingan psikososial, dan jaminan keamanan bagi warga yang terdampak.

Presiden Kolombia Tunjuk Ivan Mordisco sebagai Dalang

Presiden Gustavo Petro menuding Ivan Mordisco, pemimpin faksi EMC (Estado Mayor Central), sebagai otak di balik serangan itu. EMC adalah faksi pecahan dari FARC (Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia), kelompok pemberontak sayap kiri yang telah lama mengguncang Kolombia.

FARC sendiri secara resmi menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah Kolombia pada 2016, namun sejumlah faksi menolak kesepakatan itu dan terus beroperasi secara bersenjata hingga kini. EMC menjadi salah satu kelompok yang paling aktif melakukan serangan di wilayah pedesaan, termasuk di Cauca yang selama bertahun-tahun menjadi zona konflik bersenjata.

Pihak berwenang Kolombia belum mengumumkan tersangka yang ditangkap terkait insiden ini. Penyelidikan masih berlangsung, sementara keluarga korban menunggu kejelasan dari pemerintah soal langkah hukum berikutnya.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Surya Dharma