Internasional

AS Serang Iran Besar-Besaran, Harga Minyak Dunia Melonjak ke US$92 per Barel

9
×

AS Serang Iran Besar-Besaran, Harga Minyak Dunia Melonjak ke US$92 per Barel

Sebarkan artikel ini

Teras News — Amerika Serikat melancarkan serangan udara masif ke berbagai target di wilayah Iran pada Rabu (10/6/2026). Operasi militer ini diperintahkan langsung oleh Presiden Donald Trump untuk memaksa Teheran menandatangani perjanjian damai.

Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengonfirmasi serangan dimulai pukul 17.15 waktu setempat. Washington menyebut gempuran itu sebagai tindakan pertahanan diri dari agresi militer Iran yang terus berlangsung di kawasan Teluk.

Trump: “Kami Akan Memukul Mereka dengan Sangat Keras”

Trump tidak menyembunyikan niatnya. Dalam acara penandatanganan Secure America Act di Gedung Putih, ia berbicara blak-blakan.

“Kami memukul mereka dengan keras kemarin, dan kami akan memukul mereka dengan keras lagi hari ini. Kita akan menyerang mereka dan menyerang mereka dengan sangat keras,” kata Trump di hadapan hadirin.

Beberapa jam sebelumnya, Trump sudah mengunggah pesan bernada ancaman di platform media sosialnya, Truth Social, menyebut Iran harus membayar harga mahal karena mengulur negosiasi. Ia kemudian mengejek kemampuan militer Iran secara terbuka, mengeklaim angkatan laut dan angkatan udara negara itu sudah lumpuh total.

“Militer Iran benar-benar berantakan total. Sebagian besar dari mereka, seperti Angkatan Laut dan Angkatan Udara mereka, bahkan sudah tidak ada lagi. Mereka telah dikalahkan sepenuhnya. Iran hanya bisa bicara tanpa tindakan nyata,” ejek Trump.

Parlemen Iran Ancam Perluas Perang di Luar Timur Tengah

Pernyataan Trump memicu respons keras dari Teheran. Ebrahim Azizi, Kepala Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, merespons melalui akun media sosialnya dengan nada yang tidak kalah keras.

“Kali ini, perang tidak akan terbatas pada wilayah kawasan saja,” tulis Azizi, mengindikasikan kesiapan Iran memperluas jangkauan konflik melampaui Timur Tengah.

Trump sendiri menegaskan bahwa Teheran tidak punya pilihan selain menyerah. “Iran harus menandatangani kesepakatan itu,” tegasnya, merujuk pada draf perjanjian yang disodorkan Washington.

Harga Minyak Mentah Melonjak Hampir 2%

Konflik yang makin terbuka langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah jenis WTI (West Texas Intermediate) asal Amerika Serikat melonjak hampir 2% ke posisi US$89,72 per barel, setara sekitar Rp1,61 juta. Minyak jenis Brent, patokan harga minyak internasional, ikut merangkak naik ke level US$92,74 per barel.

Lonjakan harga minyak di tengah konflik bersenjata bukan hal baru. Selat Hormuz, jalur perairan sempit di ujung Teluk Persia, menjadi salah satu rute pengiriman minyak tersibuk di dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati jalur itu, sehingga setiap ketegangan di kawasan tersebut langsung berdampak pada harga energi internasional.

Konfrontasi terbuka antara AS dan Iran kali ini berlangsung di tengah upaya negosiasi yang sudah berjalan selama beberapa waktu. Kegagalan diplomasi untuk menahan eskalasi militer kini menempatkan kawasan Timur Tengah pada titik ketegangan tertingginya dalam beberapa tahun terakhir, dengan dampak yang mulai terasa di pasar komoditas global.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Arif Budiman