Kesehatan

Lebih dari 2 Juta Anak Belum Divaksin, MPR Desak Pemerintah Gencarkan Edukasi Imunisasi

7
×

Lebih dari 2 Juta Anak Belum Divaksin, MPR Desak Pemerintah Gencarkan Edukasi Imunisasi

Sebarkan artikel ini

Teras News — Lebih dari 2 juta anak di Indonesia belum menerima imunisasi dasar hingga April 2026. Angka itu membuat Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendesak pemerintah segera memperkuat edukasi vaksinasi anak hingga ke tingkat akar rumput.

Data tersebut bersumber dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang dikutip Lestari dalam keterangan persnya, Sabtu. Anak-anak yang masuk kategori zero dose, istilah untuk mereka yang sama sekali belum mendapat imunisasi dasar, dinilai rentan terhadap berbagai penyakit dan berisiko mengalami tumbuh kembang yang tidak optimal.

Hoaks Soal Kehalalan Vaksin Jadi Biang Kerok

Lestari, yang akrab disapa Mbak Rerie, menyebut salah satu penyebab utama rendahnya angka vaksinasi adalah derasnya misinformasi. Isu seputar keamanan dan kehalalan vaksin masih kerap beredar di tengah masyarakat, membuat banyak orang tua ragu membawa anak mereka ke pos imunisasi.

“Vaksinasi dasar merupakan fondasi bagi tumbuh kembang setiap anak yang merupakan penentu arah masa depan bangsa sehingga upaya peningkatan kepercayaan publik terhadap pemberian vaksinasi dasar harus konsisten dilakukan,” kata Lestari.

Keraguan masyarakat ini bukan masalah baru. Program imunisasi pemerintah berulang kali terganggu oleh narasi-narasi keliru yang menyebar lewat media sosial maupun obrolan antarwarga, terutama di daerah dengan akses informasi kesehatan yang terbatas.

Kader Kesehatan Diminta Jadi Ujung Tombak

Rerie mendorong pemerintah memperkuat peran kader kesehatan di tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, informasi soal pentingnya vaksinasi harus sampai ke lapisan masyarakat paling bawah, bukan sekadar berhenti di level perkotaan atau fasilitas kesehatan besar.

Setelah edukasi berjalan luas, barulah pemerintah perlu membangun sarana kesehatan yang layak dan mudah dijangkau, agar masyarakat tidak kesulitan menemukan sentra vaksin di sekitar tempat tinggal mereka.

“Sehingga terbangun kekebalan kelompok yang kuat sebagai fondasi mewujudkan generasi penerus bangsa yang sehat dan berdaya saing di masa depan,” tambah Rerie.

Kekebalan kelompok, atau herd immunity, tercapai ketika cukup banyak anggota komunitas kebal terhadap suatu penyakit sehingga penyebarannya terhenti secara alami. Para ahli kesehatan umumnya menetapkan ambang batas kekebalan kelompok berbeda-beda tergantung jenis penyakit, namun cakupan vaksinasi yang tinggi menjadi syarat utamanya.

Dengan jutaan anak yang masih belum tersentuh imunisasi dasar, target cakupan nasional itu masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah pusat maupun daerah.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Ratna Dewi