Teras News — Sebanyak 15.000 unit rumah di kawasan perbatasan Indonesia masuk dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang diluncurkan pemerintah pada Kamis (24/4). Program ini menyasar wilayah-wilayah terluar negeri yang selama ini tertinggal dalam akses hunian layak.
BSPS, yang dikenal luas dengan sebutan program bedah rumah, merupakan bantuan pemerintah untuk mendorong perbaikan atau pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah secara swadaya. Dana stimulan diberikan kepada penerima manfaat untuk memperbaiki kondisi fisik hunian mereka, mulai dari dinding, lantai, hingga atap.
15.000 Unit Difokuskan ke Wilayah Terluar
Kawasan perbatasan Indonesia mencakup wilayah yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Papua Nugini, dan Timor-Leste. Kondisi infrastruktur di wilayah ini secara umum jauh tertinggal dibanding pusat kota, termasuk soal kualitas hunian warganya.
Baca Juga:
Program ini menargetkan pemerataan pembangunan perumahan layak di kawasan terluar. Dengan 15.000 unit yang masuk dalam skema BSPS tahun ini, pemerintah mendorong agar warga di wilayah perbatasan mendapatkan akses yang sama terhadap hunian yang memenuhi standar kelayakan.
BSPS, Skema Bantuan Berbasis Swadaya Masyarakat
Skema BSPS tidak memberikan rumah jadi kepada penerima manfaat. Pemerintah menyalurkan dana stimulan, lalu penerima manfaat yang mengelola sendiri proses perbaikan atau pembangunan rumahnya, biasanya dibantu tenaga fasilitator lapangan. Model ini dirancang agar masyarakat turut aktif dalam proses pembangunan hunian mereka.
Program BSPS bukan kali pertama dijalankan. Pemerintah telah menjalankan skema serupa dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari upaya pengentasan backlog perumahan nasional, yakni kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan hunian layak di Indonesia.
Dilansir dari laporan Antara.
Editor: Ratna Dewi