Kesehatan

IKM RSUD Bantarangin Ponorogo Naik ke 87,45 di Triwulan I 2026, Kunjungan Rawat Jalan Tembus 2.890 Pasien

14
×

IKM RSUD Bantarangin Ponorogo Naik ke 87,45 di Triwulan I 2026, Kunjungan Rawat Jalan Tembus 2.890 Pasien

Sebarkan artikel ini

Teras News — Indeks kepuasan masyarakat (IKM) RSUD Bantarangin, Ponorogo, naik ke angka 87,45 pada triwulan I 2026. Angka ini membaik setelah sebelumnya turun ke 82,91 di triwulan IV 2025.

Data tersebut dipaparkan langsung oleh Direktur RSUD Bantarangin, drg Enggar Tri Adji Sambodo, dalam forum konsultasi publik (FKP) yang digelar Kamis (23/4/2026). Rumah sakit milik pemerintah yang baru beroperasi sejak November 2023 ini memang mencatat perjalanan IKM yang naik-turun: sempat mencapai puncaknya di 92,54 pada triwulan III 2025, lalu melorot, kini perlahan pulih.

“Kami ingin memberikan pelayanan yang profesional, konsisten, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” kata Enggar di hadapan peserta forum.

Kunjungan Pasien Tumbuh, BOR dan ALOS Masih Fluktuatif

Di balik angka IKM yang belum stabil, kunjungan pasien justru terus bertumbuh. Sepanjang 2025, rawat jalan mencatat 10.337 pasien dan rawat inap 1.792 orang. Memasuki tiga bulan pertama 2026, angka rawat jalan sudah menyentuh 2.890 pasien dengan 517 pasien rawat inap.

Enggar mengakui sejumlah indikator mutu pelayanan masih bergerak fluktuatif. BOR (bed occupancy rate, atau perbandingan tempat tidur terisi dengan total tempat tidur tersedia), ALOS (average length of stay, rata-rata lama rawat inap pasien), serta net death rate dan gross death rate belum menunjukkan angka yang konsisten. “Semuanya akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan konsistensi pelayanan ke depan,” tegasnya.

RSUD Bantarangin berlokasi di Kecamatan Kauman, Ponorogo, dengan kapasitas 51 tempat tidur. Rumah sakit kelas D berakreditasi utama ini didukung 10 dokter spesialis dan resmi bermitra dengan BPJS Kesehatan sejak 14 Juni 2024.

Ruang Operasi Baru dan Metode ERACS Diluncurkan

Enggar menyebut pihaknya menambah satu ruang operasi (operatie kamer) baru lengkap dengan peralatan modern. Layanan khusus pasien jantung juga dibuka.

Inovasi lain hadir di layanan persalinan. RSUD Bantarangin kini menerapkan metode ERACS (enhanced recovery after caesarean section), yakni pendekatan operasi caesar modern yang dirancang mempercepat pemulihan, menekan rasa nyeri, dan memungkinkan ibu bergerak kembali dalam 2 hingga 4 jam pasca operasi. “Kami juga menghadirkan inovasi layanan persalinan melalui metode ERACS,” ungkap Enggar.

Konsep awal pendirian RSUD Bantarangin adalah hospitel, yakni rumah sakit yang dirancang memberikan kenyamanan layaknya hotel. Enggar menyebut konsistensi mutu pelayanan menjadi kunci agar konsep itu tidak sekadar jargon. “Alhamdulillah, ada tren kenaikan pemanfaatan layanan yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Bantarangin,” terangnya.

Dilansir dari laporan Kominfo Ponorogo.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Ratna Dewi