Berita

Prabowo Janjikan 1 Juta Rumah untuk Buruh, Cicilan 40 Tahun dengan Bunga 5 Persen

9
×

Prabowo Janjikan 1 Juta Rumah untuk Buruh, Cicilan 40 Tahun dengan Bunga 5 Persen

Sebarkan artikel ini

Teras News — Jumat (1/5/2026), di hadapan ribuan buruh yang memadati Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Presiden Prabowo Subianto mengumumkan target ambisius pemerintah: membangun minimal satu juta unit rumah khusus untuk pekerja, lengkap dengan skema kredit berbunga rendah dan tenor hingga 40 tahun.

Pengumuman itu disampaikan dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Bagi banyak pekerja yang hadir, angka satu juta rumah terdengar jauh lebih nyata dibanding janji-janji sebelumnya, terutama setelah Presiden menyebut bahwa pemerintah sudah membangun 350 ribu unit lebih dulu tahun ini sebagai fondasi program tersebut.

Rumah Dibangun Dekat Kawasan Industri, Bukan di Pinggiran Jauh

Salah satu poin yang langsung disambut respons positif dari kalangan pekerja adalah lokasi pembangunan. Prabowo menegaskan bahwa rumah-rumah itu tidak akan dibangun di wilayah terpencil, melainkan di klaster yang berdekatan dengan kawasan industri dan tempat kerja.

“Kita sudah membangun 350 ribu rumah. Tapi sasaran kita minimal satu juta rumah, dan itu mulai kita jalankan tahun ini. Rumah-rumah ini akan dibangun dalam cluster yang dekat dengan kawasan industri dan tempat bekerja,” kata Prabowo di hadapan massa buruh.

Rencananya, pemerintah akan membangun kota-kota baru yang dirancang khusus untuk mendukung kehidupan pekerja. Setiap kota bisa menampung hingga 100 ribu unit rumah susun. Fasilitas yang wajib tersedia mencakup sekolah, pusat kesehatan, daycare (tempat penitipan anak), fasilitas olahraga, hingga transportasi umum seperti kereta ringan atau bus.

“Tiap kota bisa terdiri dari 100 ribu rumah susun. Saya perintahkan harus ada sekolah, fasilitas olahraga, daycare, rumah sakit, dan transportasi seperti kereta ringan atau bus, agar pekerja bisa beraktivitas dengan lancar,” jelasnya.

Uang Kontrak Kos Dialihkan Jadi Cicilan Rumah Sendiri

Prabowo juga menyinggung beban besar yang selama ini diam-diam menggerogoti penghasilan buruh: biaya kontrak atau sewa tempat tinggal. Menurut hitungannya, sekitar 30 persen penghasilan pekerja habis untuk pos pengeluaran itu.

Pemerintah ingin mengubah pola itu. Dana yang selama ini mengalir ke tangan pemilik kos atau kontrakan akan diarahkan menjadi cicilan kepemilikan rumah sendiri, dengan tenor yang disesuaikan kemampuan masing-masing pekerja.

“Yang selama ini 30 persen untuk kontrak, kita ubah jadi cicilan rumah sendiri. Tenornya bisa 20 hingga 40 tahun, disesuaikan kemampuan. Yang penting, pekerja bisa punya rumah,” tegasnya.

Untuk memastikan cicilan tetap terjangkau, pemerintah akan menggandeng bank-bank milik negara. Bunga kredit dirancang tidak lebih dari 5 persen per tahun. “Kita akan kucurkan kredit untuk rakyat dengan bunga maksimal sekitar 5 persen per tahun,” tambah Prabowo.

Pekerja Menanti Bukti di Lapangan

Program perumahan buruh bukan barang baru dalam wacana kebijakan Indonesia. Sejumlah program serupa dari pemerintahan sebelumnya kerap kandas di tengah jalan karena kendala birokrasi, keterbatasan lahan, atau daya serap yang rendah dari sisi pekerja.

Kali ini, Prabowo menyebut tahun 2026 sebagai tahun eksekusi, bukan sekadar perencanaan. Target 350 ribu unit yang diklaim sudah terbangun menjadi tolok ukur awal yang akan terus dipantau publik, khususnya serikat-serikat buruh yang hadir langsung di Monas pada peringatan May Day 2026 itu.

Penulis: Dian Permata
Editor: Ratna Dewi