Teknologi

Gojek Hentikan Program GoRide Hemat, Potongan Mitra Pengemudi Turun ke 8 Persen

13
×

Gojek Hentikan Program GoRide Hemat, Potongan Mitra Pengemudi Turun ke 8 Persen

Sebarkan artikel ini

Teras NewsGojek resmi menghentikan skema langganan GoRide Hemat bagi mitra pengemudi, efektif dalam waktu dekat. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Direktur Utama sekaligus CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Hans Patuwo, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Program GoRide Hemat bukan barang baru. Gojek pertama kali menguji cobanya pada November 2025, lalu memperluas jangkauan ke berbagai wilayah Indonesia mulai Februari 2026. Setelah berjalan sekitar tiga bulan, perusahaan menarik rem.

“Setelah berjalan tiga bulan, kami melakukan kajian mendalam dan menemukan bahwa skema langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi,” kata Hans.

Perpres 27/2026 Jadi Dasar Penghapusan Skema Langganan

Hans menjelaskan, penghentian program ini merupakan respons perusahaan terhadap Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur potongan pendapatan mitra pengemudi ojek daring. Perpres tersebut mewajibkan platform aplikator memangkas potongan menjadi delapan persen dari pendapatan pengemudi.

Dengan berlakunya aturan baru itu, layanan GoRide Hemat pun ikut menyesuaikan diri. Dampaknya, ada penyesuaian harga bagi konsumen pengguna layanan ini, meski Hans menyebut kenaikannya “sangat terbatas”.

“Dampak dari ini, khususnya hanya untuk layanan GoRide Hemat, akan ada penyesuaian harga konsumen secara sangat terbatas. Kami memastikan bahwa penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat,” ujar Hans.

GoRide Reguler Tidak Naik Harga

Hans menegaskan, kenaikan harga hanya berlaku untuk GoRide Hemat. GoRide reguler tidak mengalami perubahan tarif sama sekali.

Data internal Gojek menunjukkan GoRide reguler memang jauh lebih dominan dari segi penggunaan. “Kalau kita bandingkan antara GoRide reguler dan GoRide Hemat, GoRide reguler itu masih digunakan lebih banyak pelanggan dibandingkan GoRide Hemat di Gojek pada saat ini,” kata Hans.

Perusahaan berharap langkah ini memberi kestabilan bagi pengguna sekaligus menjaga kesejahteraan mitra pengemudi yang selama ini menjadi tulang punggung operasional platform.

“Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menghentikan program langganan tersebut efektif dalam waktu dekat,” ujar Hans menambahkan.

Penghentian GoRide Hemat menandai perubahan struktural dalam cara Gojek mengelola layanan transportasi roda duanya. Publik kini menunggu kepastian tanggal efektif penghentian program tersebut, serta seberapa besar penyesuaian harga yang akan dirasakan pengguna GoRide Hemat di lapangan.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Ratna Dewi