Teras News — Lebih dari 157,5 juta pelanggan mobile Telkomsel kini berdiri di atas fondasi perlindungan data yang melibatkan sekitar 6.200 karyawan perusahaan secara langsung. Hasil evaluasi internal kampanye #TelkomselJagaData menunjukkan 92,4 persen responden menyatakan program tersebut berhasil meningkatkan pemahaman mereka soal keamanan informasi.
Kampanye internal itu kini mendapat pengakuan di tingkat regional. Telkomsel meraih penghargaan Best Employee Engagement/Internal Communications pada PR Awards 2026, ajang tahunan yang diselenggarakan Marketing-Interactive untuk kawasan Asia Pasifik. Penghargaan diterima Senin (27/4/2026).
Karyawan Dijadikan Garda Terdepan, Bukan Sekadar Pengguna Sistem
Program #TelkomselJagaData pertama kali diluncurkan pada 2024. Rancangannya bukan sekadar pelatihan teknis biasa. Telkomsel memilih pendekatan edukasi berbasis storytelling, termasuk simulasi serangan siber dan studi kasus bertajuk Dream Job Phishing, yakni skenario rekayasa sosial di mana pelaku kejahatan siber berpura-pura menawarkan peluang kerja palsu untuk mencuri informasi sensitif karyawan.
Baca Juga:
Abdullah Fahmi, Vice President Corporate Communication & Social Responsibility Telkomsel, menjelaskan logika di balik pendekatan itu. “Keamanan sistem bergantung pada manusia yang mengoperasikannya. Melalui #TelkomselJagaData, kami membangun kesadaran bahwa menjaga data adalah tanggung jawab bersama, demi melindungi kepercayaan pelanggan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ancaman siber yang menyasar karyawan perusahaan, bukan hanya sistem teknisnya, memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Phishing, social engineering, dan kebocoran data akibat kelalaian manusia (human error) konsisten masuk dalam daftar metode serangan siber paling umum secara global. Itulah mengapa Telkomsel memilih membangun kesadaran dari dalam.
Angka 92,4 Persen dan Apa Maknanya bagi 10 Juta Pelanggan Fixed Broadband
Telkomsel tidak hanya melayani pengguna ponsel. Perusahaan juga mengelola layanan fixed broadband untuk 10,2 juta pelanggan. Skala bisnis sebesar itu membuat satu celah keamanan yang timbul dari kelalaian karyawan bisa berdampak luas.
Dari evaluasi internal terhadap sekitar 6.200 karyawan, sebanyak 92,4 persen menyatakan kampanye ini membantu mereka memahami risiko keamanan data secara lebih konkret. Angka itu kini menjadi pijakan perusahaan untuk terus menyempurnakan pendekatan komunikasi internal agar relevan bagi karyawan di berbagai lini, bukan hanya tim IT.
PR Awards sendiri merupakan ajang yang tahun ini memasuki edisi ke-13. Penilaian didasarkan pada empat aspek: tantangan yang dihadapi, strategi yang dirancang, kualitas eksekusi, dan dampak yang dihasilkan. Telkomsel bersaing dengan perusahaan-perusahaan dari kawasan Asia Pasifik untuk kategori komunikasi internal ini.
Dengan penghargaan ini di tangan, Telkomsel menyatakan akan terus mengembangkan komunikasi internal sebagai bagian dari tata kelola perusahaan, khususnya dalam menjaga kepercayaan pelanggan di tengah meningkatnya risiko digital.
Editor: Arif Budiman