Kesehatan

Dokter Kardiolog Beberkan Tujuh Kebiasaan Pagi yang Berdampak Buruk pada Kesehatan Jantung

40
×

Dokter Kardiolog Beberkan Tujuh Kebiasaan Pagi yang Berdampak Buruk pada Kesehatan Jantung

Sebarkan artikel ini

Kebiasaan yang dilakukan setiap pagi hari, mulai dari pola makan hingga tingkat aktivitas fisik, dapat berdampak langsung pada kesehatan jantung dan pembuluh darah dalam jangka panjang. Konsultan kardiolog intervensi di Manipal Hospital, Kharadi, Pune, India, Dr Akash Motgi, memaparkan sejumlah kebiasaan pagi yang perlu diwaspadai.

Dr Akash menjelaskan bahwa tubuh mengalami serangkaian perubahan fisiologis alami di pagi hari. Tekanan darah meningkat, hormon stres mencapai puncak, dan sistem kardiovaskular beralih dari kondisi istirahat menuju kondisi aktif.

“Meski ini proses normal, ada kebiasaan tertentu yang bisa memperburuk dampaknya pada arteri seiring waktu dan berkontribusi pada hasil kesehatan jantung yang lebih buruk,” ujar Akash, dikutip dari laporan Hindustan Times, Jumat (17/4).

Menurut Dr Akash, arteri sangat responsif terhadap perubahan cepat dalam tekanan darah, hidrasi, dan aktivitas metabolik. “Paparan berulang terhadap pemicu kecil namun tidak sehat dapat menyebabkan kekakuan arteri, penumpukan plak, dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular,” kata dia.

Melewatkan Sarapan

Kebiasaan pertama yang disebut Dr Akash adalah melewatkan sarapan. Tidak sarapan dapat mengganggu keseimbangan metabolisme, menyebabkan lonjakan gula darah sepanjang hari, dan meningkatkan keinginan makan berlebih.

“Jika terus terjadi, kebiasaan ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dan memberi tekanan lebih pada dinding arteri,” ujarnya.

Sarapan Tinggi Garam atau Makanan Olahan

Mengonsumsi makanan kemasan, siap saji, atau camilan asin di pagi hari dapat meningkatkan tekanan darah. Dr Akash menjelaskan bahwa kelebihan natrium membuat tubuh menahan cairan, yang memberi beban tambahan pada jantung dan pembuluh darah.

Terlalu Banyak Kafein Saat Perut Kosong

Minum teh atau kopi kuat saat perut kosong dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah selama beberapa jam. “Dalam jumlah wajar aman, tetapi konsumsi berlebihan, terutama saat perut kosong, dapat memberi tekanan lebih pada jantung,” kata Akash.

Merokok Segera Setelah Bangun Tidur

Nikotin menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Merokok di pagi hari, saat kadar zat dalam tubuh sedang tinggi, dapat meningkatkan tekanan pada dinding arteri dan mempercepat kerusakan pembuluh darah, menurut penjelasan Dr Akash.

Tidak Bergerak Sama Sekali

Kurangnya aktivitas fisik setelah bangun tidur membuat sirkulasi darah melambat. Dr Akash menyatakan bahwa aliran darah yang buruk dapat menyebabkan hilangnya elastisitas dan kekakuan arteri. Ia menambahkan bahwa bahkan gerakan ringan di pagi hari sudah membantu memperbaiki sirkulasi.

Mengabaikan Hidrasi

Setelah berjam-jam tanpa asupan cairan selama tidur, tubuh mengalami dehidrasi ringan. Menurut Dr Akash, menunda minum air di pagi hari membuat darah lebih kental, meningkatkan resistensi pembuluh darah, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Langsung Terpapar Layar Setelah Bangun

Dr Akash juga menyebut kebiasaan melihat layar gawai segera setelah bangun tidur sebagai salah satu pemicu yang perlu diwaspadai. Kebiasaan ini dapat memicu respons stres di awal hari yang turut memengaruhi aktivitas sistem kardiovaskular.

Dr Akash menegaskan bahwa banyak dari pemicu risiko jantung ini berasal dari kebiasaan pagi yang sering tidak disadari oleh masyarakat umum. Ia menyarankan agar masyarakat mulai memperhatikan rutinitas pagi sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung secara keseluruhan.

Dilansir dari laporan Antara.