Internasional

Vance Blokir Proposal Mossad yang Libatkan Suku Kurdi untuk Gulingkan Kepemimpinan Iran

6
×

Vance Blokir Proposal Mossad yang Libatkan Suku Kurdi untuk Gulingkan Kepemimpinan Iran

Sebarkan artikel ini

Teras News — Satu proposal intelijen Israel terhenti di meja Wakil Presiden Amerika Serikat. J. D. Vance menolak rencana yang dikaitkan dengan Mossad, badan intelijen Israel, yang dirancang untuk menggulingkan kepemimpinan Iran dengan melibatkan kelompok Kurdi sebagai salah satu elemen operasionalnya.

Penolakan Vance itu dilaporkan surat kabar Israel Yedioth Ahronoth. Kabar ini muncul di tengah ketegangan diplomatik yang terus memanas antara Washington dan Teheran, sekaligus mencerminkan perbedaan pendekatan di internal pemerintahan AS soal cara menangani Iran.

Proposal Mossad dan Peran Suku Kurdi

Rencana yang beredar itu mengaitkan Mossad dengan upaya destabilisasi terhadap pemerintahan Iran. Suku Kurdi, yang tersebar di wilayah perbatasan Iran, Irak, Turki, dan Suriah, disebut-sebut masuk dalam skema tersebut sebagai aktor yang akan dilibatkan. Vance menolak proposal itu.

Kurdi adalah kelompok etnis terbesar di dunia yang belum memiliki negara sendiri. Selama beberapa dekade, sejumlah faksi Kurdi di Iran, terutama di kawasan Kurdistan barat, kerap terlibat dalam konflik bersenjata melawan pemerintah Teheran, menjadikan mereka target rekrutmen potensial bagi operasi-operasi intelijen asing.

Posisi Vance di Tengah Perdebatan Kebijakan Iran

Penolakan ini menempatkan Vance pada posisi yang berbeda dari kelompok garis keras di Washington yang selama ini mendorong tekanan maksimum terhadap Iran, termasuk melalui operasi tidak langsung. Sikap Vance menunjukkan adanya arus internal di pemerintahan AS yang lebih berhati-hati soal keterlibatan dalam skema destabilisasi rezim.

Pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi merespons laporan ini. Pihak Mossad dan pemerintah Israel juga belum memberikan konfirmasi terbuka atas isi laporan Yedioth Ahronoth tersebut.

Situasi ini menambah kompleksitas hubungan segitiga antara Washington, Tel Aviv, dan Teheran yang tengah berada dalam fase negosiasi nuklir yang alot.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Surya Dharma