Berita

BPDP Gelar Simposium Sawit RI-Malaysia 2026, Dorong Hilirisasi Jadi Prioritas Bersama

9
×

BPDP Gelar Simposium Sawit RI-Malaysia 2026, Dorong Hilirisasi Jadi Prioritas Bersama

Sebarkan artikel ini

Teras News — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tampil sebagai pendukung utama dalam Hai Sawit Simposium (HASI) ke-2 tahun 2026, forum industri yang mempertemukan pelaku usaha kelapa sawit dari Indonesia dan Malaysia untuk membahas arah pengembangan hilir komoditas strategis tersebut.

Forum HASI ke-2 ini dirancang sebagai ruang strategis bagi kedua negara produsen sawit terbesar dunia untuk menyelaraskan agenda hilirisasi, mulai dari produk turunan minyak sawit hingga pengembangan bioenergi berbasis sawit.

Indonesia dan Malaysia Kuasai Lebih dari 85 Persen Produksi Sawit Dunia

Kelapa sawit bukan komoditas biasa bagi Indonesia dan Malaysia. Kedua negara secara konsisten menguasai lebih dari 85 persen total produksi minyak sawit mentah (CPO) global, menjadikan koordinasi kebijakan antara keduanya sangat berpengaruh terhadap pasar komoditas dunia. Simposium seperti HASI menjadi salah satu kanal penting bagi kedua pihak untuk menyamakan langkah, terutama dalam menghadapi tekanan regulasi dari pasar ekspor utama seperti Uni Eropa.

BPDP, sebagai lembaga yang mengelola dana pungutan ekspor sawit Indonesia, punya kepentingan langsung dalam agenda hilirisasi ini. Dana yang dihimpun BPDP selama ini digunakan antara lain untuk mendukung program biodiesel, riset produk turunan sawit, serta penguatan daya saing industri di pasar internasional.

Hilirisasi Sawit Jadi Isu Sentral di Forum Bilateral

Hilirisasi sawit bukan isu baru, tapi urgensinya terus meningkat. Tekanan dari regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) mendorong Indonesia dan Malaysia untuk mempercepat diversifikasi pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk sawit agar tidak lagi bergantung pada ekspor CPO mentah.

HASI ke-2 menjadi forum yang tepat untuk mendiskusikan langkah konkret di level industri, terpisah dari negosiasi diplomatik formal. Pelaku usaha dari kedua negara dapat membahas peluang investasi bersama, standar keberlanjutan, hingga pengembangan produk hilir seperti oleokimia dan bahan baku kosmetik berbasis sawit.

Keterlibatan BPDP di forum ini mencerminkan posisi kelembagaan yang kian aktif, tidak hanya sebagai pengelola dana, tetapi juga sebagai fasilitator ekosistem industri sawit nasional dalam arena bilateral.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Surya Dharma