Teras News — Hubungan Inggris dan Amerika Serikat tengah berada di titik paling tegang dalam beberapa dekade terakhir. Ancaman tarif, penolakan bergabung dalam serangan militer, hingga sindiran terbuka dari Presiden Donald Trump ke Perdana Menteri Keir Starmer membuat kedua sekutu lama ini saling berjarak — dan Raja Charles III memilih momen paling tidak biasa untuk turun tangan langsung.
Dalam kunjungan kenegaraan empat hari ke Washington, Charles dijadwalkan berpidato di hadapan sidang gabungan Kongres AS pada Selasa (28/4/2026). Ini baru kedua kalinya seorang raja Inggris berbicara langsung di forum tertinggi legislatif Amerika, setelah Ratu Elizabeth II melakukannya pada 1991.
Raja Charles Bicara Sejarah 250 Tahun di Depan Kongres AS
Kunjungan ini bukan tanpa konteks politik yang berat. Trump sebelumnya melontarkan ancaman pembatalan kesepakatan dagang dengan Inggris, berencana mengenakan tarif besar, serta menyindir Angkatan Laut Kerajaan dan Starmer secara terbuka. Ketegangan makin memuncak setelah Inggris menolak ikut serta dalam serangan militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran.
Baca Juga:
Namun Charles tidak datang untuk memperkeruh suasana. Dalam petikan pidatonya yang dikutip The Guardian, ia memilih nada rekonsiliasi: “Berulang kali kedua negara kita selalu menemukan cara untuk bersatu.”
Pidato itu menyentuh fondasi historis yang sama-sama dimiliki kedua negara, dari nilai demokrasi, supremasi hukum, hingga warisan Magna Carta yang menjadi akar sistem pemerintahan keduanya. Charles berencana menggarisbawahi bahwa selama 250 tahun, Inggris dan AS memang tidak selalu satu suara, tapi selalu menemukan jalan untuk kembali bersama.
Tarif Digital dan Kerja Sama Teknologi Ikut Disinggung
Selain soal pertahanan dan nilai-nilai demokrasi, Charles diperkirakan menyinggung kemitraan ekonomi dan teknologi antara kedua negara. Isu ini relevan karena Trump mengancam mengenakan tarif atas pajak layanan digital yang diberlakukan Inggris terhadap perusahaan teknologi asal AS.
Charles menegaskan bahwa dengan membela dan memperbarui nilai-nilai bersama, Inggris dan AS dapat meningkatkan keamanan serta kemakmuran, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga bagi dunia yang lebih luas.
Momen Bertepatan Peringatan 250 Tahun Kemerdekaan Amerika
Waktu kunjungan ini bukan kebetulan. Tahun 2026 menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat dari Inggris. Charles berencana menjadikan momen itu sebagai bahan utama pidatonya, menekankan transformasi luar biasa dua negara yang dulu berperang, kini menjadi salah satu aliansi paling erat di dunia dalam bidang pertahanan, intelijen, dan keamanan.
Ia dijadwalkan menutup pidato dengan pesan yang menggambarkan perjalanan panjang hubungan kedua negara sebagai kisah “pembaruan dan persatuan” yang melahirkan aliansi terkuat dalam sejarah modern.
Pidato Raja Charles di Kongres AS kini ditunggu sebagai salah satu momen diplomatik paling simbolis di tahun ini, di tengah tekanan ekonomi global yang terus meningkat dan ketidakpastian arah kebijakan luar negeri Washington di bawah Trump.
Editor: Surya Dharma