Internasional

Niño Guerrero, Pemimpin Tren de Aragua, Tewas dalam Operasi Militer AS di Venezuela

33
×

Niño Guerrero, Pemimpin Tren de Aragua, Tewas dalam Operasi Militer AS di Venezuela

Sebarkan artikel ini

Teras News — Héctor Rusthenford Guerrero Flores, alias Niño Guerrero, pemimpin geng kriminal Venezuela Tren de Aragua, tewas dalam serangan militer Amerika Serikat yang dilancarkan awal pekan ini. Presiden Donald Trump mengumumkan langsung kematian tokoh yang disebut Washington sebagai salah satu buronan paling berbahaya di dunia itu.

Trump mengumumkan operasi tersebut pada Jumat (13/6) melalui platform Truth Social. Ia menyebut serangan itu atas perintah langsung dirinya dan dilaksanakan oleh Komando Selatan Amerika Serikat (US Southern Command).

“Di bawah arahan saya, Komando Selatan Amerika Serikat melaksanakan serangan cepat dan mematikan untuk mengeksekusi Niño Guerrero, pemimpin terkenal Tren de Aragua, salah satu organisasi teroris paling berdarah di dunia,” tulis Trump, dikutip Reuters.

“Aksi ini dikoordinasikan erat dengan teman-teman kita di Venezuela, yang dengannya kita bekerja sama dengan sangat baik,” tambahnya.

Pentagon Konfirmasi Kematian Guerrero

Kepala Pentagon Pete Hegseth turut membenarkan kabar ini melalui unggahan di platform X. Hegseth menyatakan serangan dilancarkan awal pekan ini dan memastikan Guerrero tewas dalam operasi tersebut.

Kementerian Informasi Venezuela memberikan pernyataan yang sejalan. Pihak Caracas menyebut terjadi bentrokan dengan anggota kelompok kriminal selama operasi berlangsung, dan pemimpin mereka berhasil dilumpuhkan. Venezuela juga mengonfirmasi adanya kerja sama intelijen serta dukungan teknologi khusus dalam pelaksanaan operasi itu.

Jejak Kejahatan Lintas Benua

Tren de Aragua bukan organisasi kriminal biasa. Kelompok ini bermula dari Venezuela dan selama bertahun-tahun menancapkan pengaruhnya di sepanjang koridor Andes, dari Panama hingga Brasil, dengan jaringan yang mencakup perdagangan manusia, penculikan, pemerasan, penyelundupan narkoba, pencucian uang, hingga pembunuhan berencana.

Kelompok ini juga dikenal mengendalikan rute migrasi ilegal yang dilalui warga Venezuela dan migran Amerika Selatan lainnya menuju Chili dan tujuan lain di Amerika Selatan maupun Eropa. Menurut pejabat kepolisian Amerika Latin, jangkauan Tren de Aragua kini telah menembus berbagai negara di kawasan tersebut.

Guerrero sendiri bukan sosok yang mudah ditangkap. Ia kabur dari penjara Tocoron di Venezuela bersama sejumlah pemimpin geng lainnya sesaat sebelum penggerebekan polisi pada 2023.

AS Kaitkan Tren de Aragua dengan Rezim Maduro

Pemerintahan Trump sebelumnya telah menetapkan Tren de Aragua sebagai organisasi teroris asing dan memasang hadiah jutaan dolar bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi yang mengarah ke penangkapan Guerrero. Berbagai sanksi juga dijatuhkan kepada Guerrero dan para pemimpin organisasi itu atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan narkoba, perdagangan manusia, dan pencucian uang.

Trump juga mengklaim kelompok ini mengoordinasikan aktivitasnya di wilayah AS langsung dengan pemerintah Venezuela di bawah Presiden Nicolás Maduro. Klaim itulah yang dijadikan dasar oleh pemerintahan Trump untuk membenarkan kebijakan deportasi sejumlah imigran asal Venezuela ke penjara keamanan maksimum di El Salvador.

Kematian Niño Guerrero menandai pukulan telak bagi struktur komando Tren de Aragua. Namun, dengan jaringan yang sudah tersebar di puluhan negara, aparat keamanan di berbagai kawasan masih menghadapi pekerjaan panjang untuk memutus seluruh mata rantai organisasi itu.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Surya Dharma