Teras News — Dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina kembali ditegaskan di tingkat paling tinggi. Presiden Prabowo Subianto menerima sambungan telepon langsung dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Jakarta pada Senin (15/6) malam, dalam komunikasi yang mencerminkan eratnya hubungan antara kedua negara.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membenarkan adanya komunikasi tersebut. Percakapan antara dua kepala negara itu disebut sebagai bagian dari hubungan yang selama ini dibangun atas dasar persaudaraan, solidaritas, serta komitmen bersama dalam memperjuangkan perdamaian dan keadilan bagi rakyat Palestina.
Indonesia dan Palestina: Hubungan yang Dibangun di Atas Solidaritas
Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel, dan posisi ini konsisten dijaga sejak era kemerdekaan. Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina tercantum dalam konstitusi Indonesia dan secara rutin ditegaskan dalam berbagai forum internasional, termasuk di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Komunikasi langsung antara Prabowo dan Abbas pada Senin malam menjadi pengulangan komitmen itu di tengah situasi di Gaza yang terus memburuk.
Baca Juga:
Mahmoud Abbas adalah Presiden Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat. Ia memimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan selama ini menjadi salah satu wajah diplomasi Palestina di panggung internasional.
Prabowo sendiri sejak awal pemerintahannya menempatkan isu Palestina sebagai prioritas kebijakan luar negeri. Beberapa kali ia menyuarakan sikap keras terhadap serangan di Gaza, baik dalam pertemuan bilateral maupun di forum multilateral.
Telepon di Tengah Eskalasi Krisis Gaza
Komunikasi Senin malam itu berlangsung di tengah tekanan internasional yang terus meningkat terkait situasi kemanusiaan di Jalur Gaza. Berbagai pemimpin dunia memang aktif menjalin kontak langsung dengan para pihak, termasuk dengan Mahmoud Abbas, dalam upaya mendorong gencatan senjata dan akses bantuan kemanusiaan.
Bagi Indonesia, yang merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, dukungan terhadap Palestina bukan sekadar posisi diplomatik. Tekanan publik dari dalam negeri juga selalu hadir setiap kali situasi di Gaza memanas, mendorong pemerintah untuk menunjukkan sikap yang tegas dan tidak ambigu.
Apa yang akan ditindaklanjuti dari percakapan Prabowo dan Abbas belum disampaikan secara rinci. Publik menunggu apakah komunikasi ini akan berlanjut ke langkah konkret di jalur diplomasi, termasuk kemungkinan kunjungan kenegaraan atau dukungan Indonesia dalam forum PBB ke depan.
Editor: Arif Budiman