Internasional

Trump Kritik Netanyahu di KTT G7 Prancis, Tujuh Negara Serukan Gencatan Senjata Lebanon

7
×

Trump Kritik Netanyahu di KTT G7 Prancis, Tujuh Negara Serukan Gencatan Senjata Lebanon

Sebarkan artikel ini

Teras News — Tujuh negara anggota G7 secara resmi mendesak penghentian segera konflik di Lebanon dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan usai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis pada Rabu (17/6/2026). Dalam forum yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengkritik pendekatan militer Israel yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

“Israel memerangi Hizbullah terlalu lama dan terlalu banyak orang yang terbunuh,” kata Trump kepada para wartawan di sela-sela KTT, seperti dikutip The Times of Israel.

Trump Sorot Taktik Israel yang Ratakan Bangunan Sipil

Kritik Trump tidak berhenti di situ. Ia secara khusus mempersoalkan taktik militer Israel yang kerap menghancurkan seluruh gedung apartemen dengan alasan memburu anggota milisi Hizbullah.

“Anda tidak perlu meruntuhkan satu gedung apartemen penuh setiap kali Anda mencari satu orang,” ujar Trump. “Ada banyak warga sipil di dalam apartemen tersebut, dan saya pastikan, mereka semua bukanlah anggota Hizbullah.”

Trump bahkan menyarankan agar tugas menghadapi Hizbullah diserahkan kepada Suriah yang kini dipimpin Presiden Ahmed al-Sharaa. Ia memuji efektivitas kepemimpinan al-Sharaa sebagai alternatif pendekatan yang lebih menjanjikan dibandingkan operasi militer Israel yang dinilainya berlarut-larut dan tidak efisien.

G7 Desak Pelucutan Senjata Hizbullah dan Kedaulatan Lebanon

Pernyataan bersama G7 melampaui sekadar seruan gencatan senjata. Para pemimpin tujuh negara industri besar itu mendukung upaya pemerintah Lebanon untuk memperkuat kedaulatan negaranya, termasuk mengendalikan seluruh persenjataan di wilayah Lebanon — sebuah desakan yang secara langsung menyasar keberadaan senjata Hizbullah.

G7 juga menyambut baik kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran yang ditandatangani secara digital, sekaligus mendesak Teheran agar tidak mengembangkan senjata nuklir ke depannya. Dalam pernyataan itu, para pemimpin G7 menegaskan negosiasi lanjutan dengan Iran harus mampu mengatasi berbagai ancaman keamanan regional yang lebih luas.

Konflik Lebanon Jadi Ganjalan Kesepakatan AS-Iran

Pemerintah Iran sendiri menempatkan penghentian konflik di Lebanon sebagai salah satu syarat penting dalam pembahasan perdamaian yang sedang berjalan dengan AS. Konflik yang terus berlanjut itu dinilai Trump mengganggu kesepakatan damai interim yang baru saja dicapai kedua negara.

Hubungan Washington dan Tel Aviv dalam beberapa pekan terakhir disebut mengalami perbedaan pandangan yang nyata soal cara menghadapi Hizbullah. Trump bahkan dilaporkan tidak mengizinkan Israel melihat isi draf kesepakatan damai AS-Iran, sebuah langkah yang mencerminkan jarak yang kian melebar antara dua sekutu lama tersebut.

Dengan tekanan dari G7 dan ketegangan terbuka antara Trump dan Netanyahu, posisi Israel kini semakin terisolasi di panggung diplomatik internasional. Perhatian dunia tertuju pada respons Tel Aviv terhadap desakan gencatan senjata ini, sekaligus pada kelanjutan negosiasi AS-Iran yang bergantung sebagian besar pada situasi di Lebanon.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Ratna Dewi