Internasional

Inggris, Australia, dan Kanada Bentuk Dana Perdamaian Internasional untuk Solusi Dua Negara Palestina-Israel

9
×

Inggris, Australia, dan Kanada Bentuk Dana Perdamaian Internasional untuk Solusi Dua Negara Palestina-Israel

Sebarkan artikel ini

Teras News — Peluang terciptanya perdamaian permanen antara Palestina dan Israel kini mendapat dorongan baru dari tiga negara sekaligus. Inggris, Australia, dan Kanada secara bersama-sama mengumumkan pembentukan Dana Perdamaian Internasional yang dirancang khusus untuk mendukung terwujudnya solusi dua negara dalam konflik yang telah berlangsung puluhan tahun itu.

Pengumuman ini dilaporkan Anadolu Agency. Ketiga negara tersebut sepakat bahwa kerangka dua negara, yakni berdirinya negara Palestina yang merdeka berdampingan secara damai dengan Israel, tetap menjadi landasan paling realistis untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Tiga Negara Barat Bersatu di Balik Satu Dana Khusus

Pembentukan dana bersama oleh Inggris, Australia, dan Kanada mencerminkan upaya terkoordinasi negara-negara yang tergabung dalam persekutuan Five Eyes untuk memberikan tekanan diplomatik sekaligus dukungan finansial bagi proses perdamaian. Ketiga negara ini selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Amerika Serikat, meski kerap mengambil posisi berbeda dalam isu Palestina-Israel dibandingkan Washington.

Solusi dua negara sendiri adalah konsep yang telah lama diusung komunitas internasional, di mana negara Palestina merdeka berdiri di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, hidup berdampingan dengan Israel. Konsep ini menjadi acuan utama dalam berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB, meski realisasinya terus terhambat oleh eskalasi konflik di lapangan.

Konteks: Konflik Gaza dan Tekanan Diplomatik Global

Inisiatif dana perdamaian ini muncul di tengah situasi Gaza yang masih memanas. Komunitas internasional terus mencari mekanisme konkret untuk mendorong perundingan, bukan sekadar seruan gencatan senjata yang datang dan pergi tanpa hasil permanen.

Langkah ketiga negara ini menambah daftar panjang upaya diplomatik yang mencoba mempertemukan dua pihak yang berkonflik ke meja negosiasi. Publik internasional kini menunggu sejauh mana dana tersebut akan benar-benar disalurkan dan mekanisme apa yang disiapkan agar dukungan finansial itu berdampak nyata bagi proses perdamaian.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Arif Budiman