Teras News — Irak, salah satu produsen minyak terbesar di dunia, kini memasang 2 juta panel surya di gurun pasir Basra untuk menghasilkan listrik. Negara yang selama puluhan tahun mengandalkan ekspor minyak mentah ini mulai membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berskala besar sebagai respons atas krisis pasokan energi dalam negeri yang tak kunjung tuntas.
Proyek bernama ‘Basra Sun’ ini bukan proyek kecil. Unit pertama berkapasitas 250 megawatt sudah mulai beroperasi pada Maret 2026 dan terhubung langsung ke jaringan listrik nasional Irak. Ketika selesai penuh, proyek ini dirancang menghasilkan satu gigawatt listrik dari empat unit, masing-masing berkapasitas 250 megawatt.
Unit Pertama 250 Megawatt Sudah Tersambung ke Jaringan Nasional
Haider Adnan, pengawas TotalEnergies di lokasi, mengonfirmasi operasional awal tersebut. “Unit pertama berkapasitas 250 megawatt mulai beroperasi pada Maret 2026 dan terhubung ke jaringan listrik nasional,” katanya seperti dilaporkan Reuters.
Baca Juga:
Teknologi yang dipakai bukan panel surya biasa. Manajer proyek Haider Issa menyebut pembangkit ini menggunakan sistem pelacakan matahari agar panel selalu sejajar dengan posisi matahari sepanjang hari. Ada pula teknologi pembersihan kering berbasis robot untuk merawat panel di tengah kondisi gurun yang penuh debu.
Bagian dari Proyek Multi-Energi Senilai Besar Bersama TotalEnergies dan QatarEnergy
‘Basra Sun’ merupakan bagian dari proyek yang lebih besar, yakni Gas Growth Integrated Project (GGIP) milik TotalEnergies. Program multi-energi ini diluncurkan pada 2023 bersama Basra Oil Company dan QatarEnergy.
Cakupan GGIP melampaui sekadar panel surya. Proyek ini juga mencakup penangkapan gas yang selama ini dibakar begitu saja di tiga ladang minyak Irak selatan, lalu gas itu dialihkan untuk pembangkit listrik. Pengembangan kembali ladang minyak Ratawi dan pembangunan pabrik pengolahan air laut turut masuk dalam paket proyek yang sama.
Bagi warga Irak, krisis listrik bukan cerita baru. Pemadaman bergilir berlangsung bertahun-tahun, bahkan di musim panas ketika suhu bisa melampaui 50 derajat Celsius. Ketersediaan listrik yang stabil langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari, dari pendingin ruangan, pompa air, hingga operasional usaha kecil di pasar-pasar lokal Basra.
Irak Masuk Daftar 39 Negara Paling Kekurangan Air di Dunia
Di balik ambisi energi surya ini ada tekanan lain yang tak kalah serius. Menurut laporan PBB tahun 2022, Irak termasuk dalam lima negara yang paling terdampak perubahan iklim sekaligus masuk daftar 39 negara yang paling kekurangan air di dunia.
Kondisi itu membuat diversifikasi energi bukan sekadar pilihan ekonomi, tapi juga kebutuhan bertahan. Ketergantungan pada bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik menyedot gas yang seharusnya bisa dimanfaatkan lebih efisien, sementara pembakaran gas di lapangan minyak memperburuk kualitas udara di wilayah selatan.
Dengan unit pertama sudah tersambung ke jaringan nasional, perhatian kini tertuju pada tiga unit berikutnya yang akan menentukan apakah target satu gigawatt penuh dari ‘Basra Sun’ bisa tercapai sesuai rencana.
Editor: Surya Dharma