Internasional

Investigasi CNN: 16 Pangkalan Militer AS di 8 Negara Timur Tengah Rusak Akibat Serangan Iran

7
×

Investigasi CNN: 16 Pangkalan Militer AS di 8 Negara Timur Tengah Rusak Akibat Serangan Iran

Sebarkan artikel ini

Teras News — Sejak 28 Februari, setidaknya 16 situs militer Amerika Serikat yang tersebar di delapan negara Timur Tengah mengalami kerusakan akibat serangan Iran dan kelompok-kelompok sekutunya. Beberapa pangkalan dilaporkan hampir tidak dapat dioperasikan sama sekali. Fakta ini terungkap dalam investigasi mendalam yang dipublikasikan CNN.

16 Situs Militer AS Terdampak di Delapan Negara

Investigasi CNN mencatat kerusakan menyebar luas di berbagai titik kehadiran militer AS di kawasan tersebut. Bukan satu atau dua lokasi, melainkan 16 situs di delapan negara berbeda yang terkena dampak langsung dari rangkaian serangan itu. Kondisi sejumlah pangkalan digambarkan sangat parah, hingga hampir tidak bisa difungsikan untuk mendukung operasi militer.

Konflik ini merupakan bagian dari perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, yang pecah pada 28 Februari. Iran mengerahkan tidak hanya kekuatan militer langsungnya, tetapi juga jaringan sekutu regional yang selama ini dikenal sebagai “Poros Perlawanan” — koalisi kelompok bersenjata yang didukung Teheran dan tersebar di berbagai negara Timur Tengah.

Skala Kerusakan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Skala serangan ini terbilang luar biasa. Pangkalan militer AS selama ini dianggap sebagai benteng keamanan paling kokoh di kawasan itu. Kenyataan bahwa 16 di antaranya mengalami kerusakan signifikan dalam satu periode konflik menggambarkan betapa intensnya tekanan yang dihadapi pasukan Amerika di lapangan.

Sebagian pangkalan yang terdampak kini kesulitan menjalankan fungsi operasional normalnya. Personel yang bertugas di sana menghadapi kondisi infrastruktur yang tidak lagi memadai untuk mendukung misi-misi militer yang sedang berjalan.

Situasi di kawasan Timur Tengah terus dipantau ketat oleh berbagai pihak, termasuk sekutu-sekutu AS di Eropa dan negara-negara Arab yang berbatasan langsung dengan zona konflik. Publik internasional menunggu respons resmi pemerintah Washington atas temuan investigasi CNN tersebut, termasuk langkah apa yang akan diambil untuk memulihkan kapabilitas pangkalan-pangkalan yang rusak.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma