Internasional

Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru ke AS Lewat Pakistan, Selat Hormuz Masih Tertutup

11
×

Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru ke AS Lewat Pakistan, Selat Hormuz Masih Tertutup

Sebarkan artikel ini

Teras NewsIran menyerahkan proposal negosiasi terbaru kepada Amerika Serikat melalui Pakistan selaku mediator pada Kamis (4/1/2026) malam. Langkah ini terjadi di tengah kebuntuan diplomasi yang berlangsung sejak perang pecah akhir Februari lalu.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, mengonfirmasi pengiriman proposal tersebut tanpa merinci isinya. “Republik Islam Iran menyampaikan teks proposal negosiasi terbarunya kepada Pakistan, sebagai mediator dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat, pada Kamis malam,” tulis IRNA, seperti dikutip Arab News, Jumat (5/1/2026).

Perang Pecah 28 Februari, Perundingan Langsung Terputus

Konflik antara Iran dan AS-Israel bermula pada 28 Februari. Setelah hampir 40 hari pertempuran, kedua pihak sempat mencapai gencatan senjata yang rapuh dan menggelar satu putaran pembicaraan langsung. Namun perundingan itu mandek setelah AS memberlakukan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran.

Iran membalas dengan menutup Selat Hormuz. Jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia ke Samudra Hindia itu hanya mengizinkan sedikit kapal melintas sejak awal konflik. Penutupan Selat Hormuz berdampak besar bagi arus perdagangan global, mengingat sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut.

Araghchi Telepon Lima Menlu Sekaligus

Pada hari yang sama dengan pengiriman proposal, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menghubungi para mitranya dari Arab Saudi, Qatar, Turki, Irak, dan Azerbaijan. Kelima negara itu dihubungi dalam satu rangkaian panggilan telepon.

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut topik pembicaraan tersebut sebagai “inisiatif terbaru Republik Islam untuk mengakhiri perang”. Araghchi tidak memberikan pernyataan publik lebih jauh soal rincian inisiatif dimaksud.

Pakistan, yang berperan sebagai perantara, belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait isi proposal yang diterimanya dari Teheran. Pihak AS juga belum merespons secara terbuka.

Dengan proposal baru yang kini berada di tangan Pakistan, perhatian tertuju pada apakah Washington bersedia kembali ke meja perundingan atau tetap mempertahankan blokade lautnya sebagai alat tekanan terhadap Teheran.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Surya Dharma