Internasional

68.000 Rumah di Finistere Prancis Gelap Total, Dua Transformator RTE Gagal di Tengah Suhu 40°C

9
×

68.000 Rumah di Finistere Prancis Gelap Total, Dua Transformator RTE Gagal di Tengah Suhu 40°C

Sebarkan artikel ini

Teras News — Wilayah Finistere di ujung barat Prancis kehilangan listrik untuk 68.000 keluarga pada Rabu (25/6), sementara 58 wilayah lain di negara yang sama hanya berstatus peringatan merah — masih punya arus. Gelombang panas ekstrem yang menyengat Eropa barat kali ini bukan sekadar membuat warga kepanasan, melainkan merontokkan infrastruktur kelistrikan secara langsung.

Pemadaman bermula Selasa malam (24/6) ketika dua transformator milik RTE — operator jaringan transmisi listrik nasional Prancis — mengalami gangguan akibat suhu tinggi yang melanda kawasan tersebut. Pada puncak gangguan, jumlah keluarga terdampak sempat menyentuh 106.000 sebelum sebagian berhasil dipulihkan. Per Rabu siang, angka itu masih berdiri di 68.000.

Prefek Finistere menyatakan RTE belum mampu memulihkan pasokan listrik bagi seluruh pelanggan pada hari yang sama. Proses pemulihan, menurutnya, baru bisa dimulai paling cepat pada malam hari. Prioritas pertama jatuh ke fasilitas kesehatan dan infrastruktur vital. Panti jompo yang belum tersambung kembali ke jaringan akan ditopang generator sementara.

Kondisi ini terjadi persis ketika badan meteorologi Prancis, Meteo-France, menetapkan status peringatan merah di 58 wilayah — termasuk Finistere — dengan proyeksi suhu di beberapa titik mencapai 40 derajat Celsius. Di luar 58 wilayah itu, 31 wilayah lainnya masih berada dalam status peringatan jingga karena cuaca panas ekstrem.

Bagi warga Finistere, kehilangan listrik di tengah suhu mendekati 40 derajat bukan hanya soal kegelapan — kipas angin, pendingin ruangan, dan lemari es ikut mati. Kawasan ini, yang berada di ujung semenanjung Bretagne, umumnya dikenal sebagai wilayah beriklim relatif sejuk dibanding wilayah selatan Prancis, sehingga banyak rumah tangga tidak memiliki sistem pendingin udara terpasang permanen.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma