Internasional

Trump ke Netanyahu di G7 Prancis: Tanpa Saya, Israel Sudah Tidak Ada

6
×

Trump ke Netanyahu di G7 Prancis: Tanpa Saya, Israel Sudah Tidak Ada

Sebarkan artikel ini

Teras NewsDonald Trump melontarkan pernyataan paling keras kepada Israel sejak ia kembali menjabat presiden Amerika Serikat. Di sela-sela KTT G7 di Prancis, Trump menegaskan bahwa Israel tidak akan pernah eksis tanpa peran langsung dirinya dan negaranya, serangan yang secara terbuka ia arahkan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Minggu (21/6/2026), ketika ia tampil bersama Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, di Évian-les-Bains, Prancis. “Tanpa Amerika Serikat, tidak akan ada Israel. Tanpa saya, tidak akan ada Israel, karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang saya lakukan,” kata Trump di hadapan publik.

Serangan Udara Israel di Lebanon Picu Kecaman Langsung Trump

Trump mengecam operasi militer Israel di Lebanon. Ia menyebut serangan udara terbaru Israel terlalu brutal dan menelan terlalu banyak korban sipil yang tidak bersalah.

“Saya melihat serangan itu, saya melihat ke mana bom itu jatuh. Itu sangat kejam. Anda tidak perlu meruntuhkan seluruh bangunan apartemen setiap kali mencari seseorang, karena ada banyak orang di sana dan saya pastikan mereka semua bukan Hizbullah,” kecam Trump, sekaligus memperingatkan Netanyahu agar bertindak lebih bertanggung jawab.

Meski begitu, Trump membantah bahwa hubungannya dengan Netanyahu telah merenggang.

Dari Serangan Bersama ke Tegur Menegur: Kronologi Pergeseran Sikap Trump

Ketegangan ini tidak muncul tiba-tiba. Pada 28 Februari, Trump dan Netanyahu masih berdiri di satu barisan: keduanya memerintahkan serangan militer gabungan untuk melumpuhkan fasilitas nuklir Iran di Teheran.

Situasi berubah seiring AS mendekati finalisasi kesepakatan damai dengan Iran. Rasa frustrasi Trump terhadap Netanyahu kian terbuka. Teguran langsung di forum sekelas G7 menggambarkan betapa jauh pergeseran itu terjadi hanya dalam beberapa bulan.

Pakar Militer Israel: AS Beri Iran Terlalu Banyak dengan Harga Terlalu Murah

Di dalam negeri Israel, kesepakatan damai AS-Iran memunculkan kekhawatiran serius. Sejumlah pihak menilai Iran justru diuntungkan lebih besar dari perjanjian itu.

Brigadir Jenderal Yossi Kuperwasser, Kepala Institut Strategi dan Keamanan Yerusalem (JISS), menyampaikan kritik tajam kepada pemerintahan Trump. “Pemerintah AS memberikan segalanya dengan murah, menyediakan dana miliaran dolar bagi rezim tersebut untuk memperkuat cengkeraman domestiknya dan terus mendanai proksi mereka, seperti Hezbollah dan Hamas, tanpa menuntut konsesi yang nyata dan tidak dapat dibatalkan sebagai imbalannya,” kata Kuperwasser kepada Newsweek.

Pernyataan Kuperwasser mencerminkan kegelisahan yang lebih luas di kalangan analis pertahanan Israel terhadap arah kebijakan luar negeri Washington di bawah Trump.

Dengan pernyataan terbuka Trump di Prancis dan kritik deras dari kalangan militer Israel sendiri, hubungan Washington-Tel Aviv tengah menghadapi tekanan dari dua arah sekaligus. Bagaimana Netanyahu merespons teguran publik ini, dan apakah kesepakatan AS-Iran akhirnya terwujud, menjadi dua pertanyaan yang kini menggelayuti dinamika geopolitik Timur Tengah.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Ratna Dewi