Berita

Purbaya di Nankai University: Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Q1 2026, Kalahkan Rata-Rata G20

12
×

Purbaya di Nankai University: Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Q1 2026, Kalahkan Rata-Rata G20

Sebarkan artikel ini

Teras News — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan data ketahanan ekonomi Indonesia di hadapan ratusan mahasiswa dan akademisi Nankai University, Tianjin, Tiongkok, pada Sabtu (19/6/2026). Dalam kuliah umum itu, ia menyajikan sejumlah indikator makroekonomi yang menempatkan Indonesia di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara G20 maupun kawasan ASEAN.

“Indonesia terus tampil menonjol dengan pertumbuhan PDB Kuartal I-2026 sebesar 5,61% yoy, mengungguli banyak negara ekonomi G20 dan ASEAN. Di saat yang sama, kami mempertahankan stabilitas harga dengan inflasi Mei 2026 sebesar 3,08%. Perkembangan ini membuktikan bahwa Indonesia memasuki periode ini dengan pertumbuhan yang kuat, inflasi terkendali, dan ketahanan kebijakan yang kredibel,” kata Purbaya di depan Rektor Nankai University Chen Yulu beserta jajaran pimpinan kampus.

Pertumbuhan 5,61%, Inflasi 3,08%: Dua Angka yang Dibawa ke Tiongkok

Dua angka itu menjadi inti presentasi Purbaya. Pertumbuhan ekonomi 5,61% secara tahunan (year-on-year) pada Kuartal I-2026 dicapai di tengah kondisi pasar global yang menurut Purbaya mulai mereda dari tekanan volatilitas. Inflasi 3,08% per Mei 2026 ia sebut sebagai bukti stabilitas harga yang terjaga di dalam negeri.

Defisit anggaran pun konsisten dijaga di bawah batas 3% yang diamanatkan undang-undang. Purbaya menyebut disiplin fiskal ini memberikan ruang bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk berfungsi sebagai shock absorber, peredam gejolak eksternal, tanpa harus mengorbankan stabilitas makro.

Skor Ketahanan Energi 77%, Tipis di Atas Tiongkok

Purbaya turut membawa data ketahanan energi ke forum ini. Berdasarkan analisis risiko yang ia paparkan, Indonesia berada pada kuadran eksposur rendah dengan buffer yang kuat terhadap gangguan energi global.

Skor ketahanan energi Indonesia tercatat di angka 77%. Angka itu melampaui Tiongkok yang mencatatkan skor 76%, dan hanya selisih dua poin di bawah Afrika Selatan yang mencatat 79%. Perbandingan ini ia sampaikan langsung di hadapan tuan rumah Tiongkok.

PMI Manufaktur di Level Ekspansif, Kredit Perbankan Melesat

Sejumlah indikator lain turut dipresentasikan untuk melengkapi gambaran kondisi ekonomi Indonesia. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur, indeks yang mengukur aktivitas sektor pabrik berdasarkan survei manajer pembelian, berada di level 50,0 yang menandai zona ekspansif. Likuiditas perekonomian yang diukur lewat M0 tumbuh 14,8% secara tahunan.

Pertumbuhan kredit perbankan disebut Purbaya juga melesat, meski angka spesifiknya tidak disebutkan dalam paparan yang dipublikasikan. Keseluruhan indikator itu, menurut Menkeu, menunjukkan bahwa mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia bergerak secara inklusif.

Kuliah umum di Nankai University menjadi salah satu agenda Purbaya dalam kunjungannya ke Tiongkok. Kampus tersebut merupakan salah satu universitas terkemuka di negeri itu, dan forum ini dihadiri pula oleh Wakil Rektor Eksekutif Chen Jun, Wakil Rektor Sheng Bin, serta Profesor Xingmin Li.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Arif Budiman