Teras News — Indonesia tercatat sebagai produsen nikel terbesar di dunia, namun selama ini masih mengimpor kendaraan dan perangkat elektronik dalam jumlah besar. Celah itulah yang kini ingin ditutup Presiden Prabowo Subianto melalui program industrialisasi berbasis hilirisasi sumber daya alam.
Dalam pidatonya di depan DPR, Rabu (20/5/2026), Prabowo secara terbuka menyatakan Indonesia harus mampu memproduksi sendiri berbagai produk manufaktur. “Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil kita sendiri, motor sendiri, televisi, komputer, hp sendiri, kita tidak boleh jadi hanya pasar negara lain,” tegasnya.
Nikel Jadi Kunci Industri Baterai dan Kendaraan Nasional
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut positif arahan tersebut. Ia menunjuk cadangan nikel nasional sebagai modal utama yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan industri dalam negeri.
Baca Juga:
“(Baterai) Itu juga harusnya bisa menjadi keunggulan bagi Indonesia di mana kita menjadi produsen nikel terbesar di dunia, dan juga komponen-komponen otomotif lainnya yang merupakan hasil dari downstreaming dari produk-produk di hulunya,” kata Agus di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Nikel merupakan bahan baku utama baterai lithium-ion yang digunakan pada kendaraan listrik. Dengan cadangan nikel terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi yang kuat dalam rantai pasok global industri otomotif berbasis listrik, meski untuk saat ini sebagian besar nikel yang ditambang masih diekspor dalam bentuk produk olahan awal.
Hilirisasi Jadi Tulang Punggung Rencana Mobil Nasional
Agus menjelaskan bahwa visi Prabowo soal mobil nasional tidak bisa dipisahkan dari agenda hilirisasi yang sudah berjalan. Ketika bahan baku seperti nikel sudah bisa diolah menjadi baterai di dalam negeri, maka komponen terpenting kendaraan listrik bisa dipasok secara lokal.
“Ketika misalnya Bapak Presiden menyampaikan bahwa sebentar lagi kita akan bisa memproduksi mobil nasional itu misalnya, nah itu tentu dalam konteks industrialisasi yang tadi disampaikan hilirisasi itu menjadi sangat relevan kalau kita bicara soal baterai gitu misalnya ya,” ujar Agus.
Ia menekankan bahwa kekayaan komoditas tambang Indonesia berpotensi menghasilkan produk-produk turunan bernilai tinggi yang pada akhirnya memperkuat rantai pasok industri nasional secara keseluruhan. “Industrialisasi yang heavy-nya harus kita kembangkan, yang berbasis sumber daya alam, karena kekuatan sumber daya alam kita itu bisa menghasilkan produk-produk turunan yang nanti pada gilirannya akan memperkuat mata rantai dari industri nasional itu,” tambahnya.
Danantara Disiapkan Biayai Proyek Industrialisasi
Untuk membiayai ambisi tersebut, Prabowo menyebut pemerintah akan mengoptimalkan peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Lembaga investasi negara ini diharapkan bisa mempercepat pendanaan proyek-proyek industrialisasi skala besar yang membutuhkan modal awal yang signifikan.
Prabowo juga mengaku telah mengumpulkan para profesor dan pakar untuk merumuskan strategi industrialisasi Indonesia ke depan. Langkah itu mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menyiapkan fondasi kebijakan sebelum eksekusi proyek dimulai.
Kini publik menunggu peta jalan konkret dari Kementerian Perindustrian, termasuk target waktu dan skema pembiayaan yang akan diterapkan untuk mewujudkan industri otomotif dan elektronik nasional yang digadang-gadang Presiden.
Editor: Arif Budiman