Teras News — Situasi geopolitik global yang terus bergerak mendorong Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut pertemuan itu membahas kondisi terkini pertahanan dan keamanan nasional. Dudung menyampaikan laporan langsung kepada Kepala Negara mengenai perkembangan yang perlu menjadi perhatian di level strategis.
Dudung Abdurachman Lapor Langsung ke Prabowo soal Kondisi Pertahanan
Dudung Abdurachman, mantan Kepala Staf Angkatan Darat yang kini menjabat Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, menghadap Prabowo untuk menyampaikan perkembangan situasi keamanan. Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka.
Baca Juga:
Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan tertulis usai pertemuan. Ia tidak merinci poin-poin spesifik yang dibahas, namun menegaskan bahwa topik utamanya adalah kondisi pertahanan dan keamanan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang tengah berlangsung.
Konteks: Ketegangan Global Dorong Evaluasi Postur Pertahanan
Pertemuan ini terjadi di tengah sejumlah tekanan geopolitik yang mempengaruhi kawasan Asia Tenggara, termasuk persaingan kekuatan besar di Laut China Selatan dan ketidakpastian rantai pasokan pertahanan global. Indonesia, sebagai negara dengan garis pantai terpanjang keempat di dunia, kerap mengevaluasi postur pertahanannya secara berkala untuk menyesuaikan diri dengan perubahan situasi kawasan.
Prabowo sendiri berlatar belakang militer sebagai mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad sebelum berkiprah di dunia politik. Rekam jejaknya di bidang pertahanan menjadi salah satu alasan ia kerap melibatkan figur-figur militer senior sebagai penasihat strategis.
Tidak ada keterangan lebih lanjut dari Istana mengenai keputusan atau arahan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Dilansir dari laporan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
Editor: Ratna Dewi