Teras News — Filantropi Indonesia kini bergerak melampaui sekadar penggalangan dana. Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menetapkan arah strategis 2026 dengan tiga pilar utama yang menargetkan isu-isu besar: kemiskinan, ketahanan ekonomi, dan perubahan iklim, melalui ekosistem kolaborasi lintas sektor yang lebih terstruktur.
Penetapan arah itu diumumkan dalam Rapat Umum Anggota (RUA) PFI 2026 di Jakarta, Sabtu. Ketua Badan Pengurus PFI, Rizal Algamar, menyebut langkah ini sebagai kelanjutan dari penguatan peran PFI sebagai philanthropy hub (pusat penghubung filantropi) yang telah dibangun pada tahun-tahun sebelumnya.
Tiga Pilar yang Jadi Tulang Punggung Gerakan
Pilar pertama adalah penguatan peran PFI sebagai hub nasional untuk menyelaraskan arah gerakan filantropi di seluruh Indonesia. Pilar kedua berfokus pada pengembangan ekosistem kolaborasi lewat Multi-Stakeholder Forum (MSF) dan klaster tematik yang menyasar percepatan solusi atas kemiskinan, ketahanan ekonomi, serta perubahan iklim. Pilar ketiga menyentuh infrastruktur pengetahuan dan inovasi pendanaan sosial, termasuk pemanfaatan data dan model pembiayaan yang lebih adaptif.
Baca Juga:
“Fokus ke depan tidak hanya pada memperluas kolaborasi, tetapi juga memastikan setiap inisiatif yang berkembang dapat terhubung dalam satu ekosistem sehingga menjadi aksi kolektif yang lebih terarah,” kata Rizal.
Platform Digital Siap Dukung Akuntabilitas Dampak
PFI juga mengembangkan tiga platform digital untuk menopang implementasi strategi tersebut. Pertama, philanthropy directory, yakni basis data pemetaan aktor filantropi nasional. Kedua, platform impact untuk pengukuran dampak yang akuntabel. Ketiga, platform learning sebagai ruang pembelajaran bersama bagi anggota, yang ditargetkan rampung pada 2026.
Rizal menegaskan bahwa masa depan filantropi Indonesia tidak semata ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dihimpun. “Tetapi oleh kemampuan mengarahkan sumber daya tersebut menjadi dampak nyata dan berkelanjutan bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” ujarnya.
Anggota Rasakan Manfaat Kolaborasi Lintas Lembaga
Sejumlah anggota PFI menyuarakan pengalaman positif dari pendekatan kolaboratif yang selama ini difasilitasi lembaga tersebut. Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian A Purbasari, menyebut pola itu membuka peluang sinergi yang lebih luas. “Kami tidak hanya belajar dari berbagai praktik baik, tetapi juga berkolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat kapasitas dan memperluas jangkauan program,” kata Dian.
Ahmad Juwaini dari Dompet Dhuafa menambahkan, jejaring yang kuat terbukti meningkatkan kapasitas dan tata kelola lembaga. “Kami merasakan manfaat signifikan dalam memperluas jejaring, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan kapasitas dan tata kelola lembaga,” ujarnya.
Dengan tiga pilar strategis dan dukungan infrastruktur digital yang tengah dibangun, PFI menargetkan transformasi gerakan filantropi nasional menjadi lebih terukur dan berdampak luas, khususnya di tengah tekanan global seperti ketimpangan ekonomi dan krisis iklim yang kian nyata dirasakan masyarakat.
Editor: Arif Budiman