Berita

Pangkas TKD Rp 133 Miliar, Kabupaten Barru Justru Tarik Dana Pusat Rp 400 Miliar di 2026

7
×

Pangkas TKD Rp 133 Miliar, Kabupaten Barru Justru Tarik Dana Pusat Rp 400 Miliar di 2026

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kamis (23/4/2026), di tengah tekanan pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) yang mencapai Rp 133 miliar, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, justru berhasil menarik kucuran dana pembangunan dari pemerintah pusat senilai Rp 400 miliar. Strategi Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mendorong proyek-proyek yang selaras dengan prioritas pusat menjadi kunci keberhasilan itu.

Andi Ina memaparkan pendekatannya dalam program Nation Hub CNBC Indonesia. Kabupaten Barru secara aktif mengejar program-program pemerintah pusat, mulai dari pembangunan Sekolah Rakyat, pembangunan jalan, Kampung Nelayan, hingga program swasembada pangan. Dengan masuk ke jalur program nasional itu, Barru berhak mendapat alokasi anggaran pusat meski TKD-nya dipotong.

TKD Dipangkas, Dana Pusat Masuk Rp 400 Miliar

TKD adalah dana yang ditransfer pemerintah pusat kepada daerah untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, mencakup dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan komponen lainnya. Pemangkasan TKD Rp 133 miliar seharusnya menjadi tekanan fiskal berat bagi kabupaten berpenduduk relatif kecil di pesisir Sulawesi Selatan ini.

Namun angka akhirnya berbalik. Dana pembangunan pusat yang masuk ke Barru pada 2026 mencapai Rp 400 miliar, jauh melampaui nilai pemangkasan TKD yang dialami daerah tersebut. Selisih bersihnya positif lebih dari Rp 267 miliar.

“Kami terus mendorong pembangunan daerah yang selaras dengan program pemerintah pusat,” kata Andi Ina Kartika Sari dalam dialog yang ditayangkan CNBC Indonesia, Kamis (23/4/2026).

IPM Barru Naik 0,9 Poin, Tembus 75,41 di Awal 2026

Capaian fiskal bukan satu-satunya yang dicatatkan Barru tahun ini. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten itu naik 0,9 poin menjadi 75,41 pada awal 2026. IPM adalah indikator komposit yang mengukur kualitas hidup warga dari tiga dimensi utama: kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

Kenaikan itu didorong oleh pembangunan di sektor kesehatan dan pendidikan, serta peningkatan daya beli masyarakat. Andi Ina tidak merinci program spesifik yang mendongkrak angka tersebut, namun menyebut bahwa berbagai strategi diterapkan secara bersamaan di ketiga sektor itu.

Kabupaten Barru kini menunggu realisasi fisik sejumlah proyek yang sudah masuk dalam alokasi dana pusat 2026, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat dan pengembangan Kampung Nelayan yang menjadi andalan program pemerintah pusat dalam mendorong ekonomi pesisir.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Surya Dharma