Teras News — 52 meter panjangnya, 140 orang kapasitasnya. Itulah spesifikasi kapal Pinisi serbaguna yang kini resmi masuk tahap pembangunan setelah PT PAL Indonesia dan PT Industri Kapal Indonesia (IKI) menandatangani nota kesepahaman di Makassar, Sabtu (26/4).
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod dan Plt Direktur Utama PT IKI Suhan Ikhsan. Momen itu menjadi penanda resmi dimulainya kolaborasi dua galangan kapal pelat merah dalam satu proyek yang sama, yakni pesanan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Kaharuddin: PAL Ditunjuk Danantara Jadi National Consolidator
Kaharuddin menyebut kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama proyek biasa. PT PAL menjalankan perintah dari Danantara untuk memperkuat sinergi antar-galangan nasional dalam satu ekosistem industri.
Baca Juga:
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa industri galangan nasional dapat tumbuh bersama serta menghasilkan produk berkualitas. Dan tentunya ekosistem industri komponen juga ikut tumbuh,” kata Kaharuddin dalam keterangannya yang dilaporkan Antara, Minggu.
Pembagian peran keduanya cukup jelas. PT PAL memegang kendali atas standar material, pengendalian mutu, dan quality assurance. PT IKI bertanggung jawab atas pembangunan fisik kapal.
Kontrak Diteken Langsung di Hadapan Gubernur Sulsel
Pada hari yang sama, Sabtu (26/4), PT PAL juga menandatangani kontrak dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kaharuddin meneken dokumen bersama Muhammad Ilyas, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel, dengan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sebagai saksi langsung.
Andi Sudirman menaruh harapan besar pada kapal ini. “Kapal ini akan menjadi penghubung utama konektivitas antarpulau di wilayah Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Kapal Pinisi serbaguna ini bukan sekadar armada transportasi penumpang. Desainnya memadukan estetika khas kapal Pinisi, perahu layar tradisional asal Sulawesi Selatan yang telah diakui UNESCO, dengan teknologi modern. Kapal juga dilengkapi tangki bahan bakar berkapasitas besar untuk mendukung distribusi BBM subsidi ke wilayah terpencil.
IKI Harap Transfer Teknologi Berjalan Optimal
Suhan Ikhsan dari PT IKI menyambut proyek ini dengan optimisme. Ia berharap kolaborasi ini membuka ruang pertukaran pengetahuan teknis antara kedua perusahaan.
“Semoga melalui proyek ini, sharing teknologi dan sharing knowledge dapat berjalan secara optimal. Sehingga di bawah kepemimpinan PAL, seluruh galangan kapal nasional, khususnya IKI dapat terus tumbuh dan berkontribusi bagi terwujudnya kedaulatan maritim Indonesia,” kata Suhan.
Proyek kapal Pinisi Sulawesi Selatan kini menjadi uji pertama dari model National Consolidator yang diemban PT PAL. Publik menantikan apakah pola kolaborasi ini akan diperluas ke galangan kapal nasional lainnya dalam waktu dekat.
Editor: Arif Budiman



