Teras News — Tiga puluh delapan anak-anak dari keluarga pemulung di Jakarta Selatan merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 bukan dengan upacara formal, melainkan dengan kabar yang jauh lebih berarti: janji beasiswa pendidikan untuk melanjutkan sekolah mereka.
Gugun Gumilar, Staf Khusus Menteri Agama, hadir langsung di Yayasan Rumah Hebat Anak Indonesia, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2026), untuk merayakan Hardiknas bersama puluhan anak-anak tersebut. Kunjungan itu sekaligus menjadi forum komitmen pemberian beasiswa bagi para anak yang selama ini tumbuh di lingkungan pemulung.
Yayasan Rumah Hebat Anak Indonesia Jadi Tempat Perayaan
Yayasan Rumah Hebat Anak Indonesia di Cilandak menjadi titik kumpul peringatan Hardiknas yang tidak biasa. Bukan aula megah, bukan podium pejabat. Yang hadir adalah puluhan anak dari keluarga pemulung yang kesehariannya bergulat dengan keterbatasan ekonomi.
Baca Juga:
Gugun memilih hadir di sana pada hari yang secara nasional diperingati sebagai momentum penghargaan terhadap dunia pendidikan Indonesia.
Beasiswa untuk Anak-Anak yang Selama Ini Terpinggirkan
Komitmen beasiswa yang disampaikan Gugun menjadi bagian utama dari kunjungan tersebut. Sebanyak 38 anak menjadi penerima janji dukungan pendidikan itu. Bagi keluarga pemulung, akses ke pendidikan kerap terhalang bukan oleh kemauan, melainkan oleh biaya.
Kehadiran pejabat dari lingkungan Kementerian Agama di komunitas seperti ini terbilang tidak rutin. Anak-anak dari keluarga pemulung sering kali berada di luar jangkauan program pendidikan formal yang dikelola lembaga pemerintah.
Peringatan Hardiknas sendiri ditetapkan setiap 2 Mei, merujuk pada tanggal lahir Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan nasional Indonesia. Tahun ini, peringatan tersebut kembali menjadi ajang refleksi atas pemerataan akses pendidikan, terutama bagi kelompok yang paling rentan secara ekonomi.
Nasib lanjutan dari komitmen beasiswa tersebut kini ditunggu oleh puluhan keluarga di Cilandak yang menaruh harapan pada janji yang disampaikan langsung di hari pendidikan nasional itu.
Editor: Ratna Dewi