Teras News — 1.000 — itu jumlah pramudi Mikrotrans yang dibidik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lewat program rekrutmen tahap kedua yang kini resmi dibuka pendaftarannya. Program pramudi Mikrotrans berdaya ini dijalankan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis DKI, membuka peluang kerja di sektor transportasi publik bagi warga ibu kota yang memenuhi syarat.
Mikrotrans adalah angkutan umum berbasis rute tetap yang beroperasi di Jakarta, melayani jangkauan wilayah yang tidak terjangkau bus Transjakarta berukuran besar. Kebutuhan pengemudi di armada ini terus ada seiring ekspansi layanan.
Pelatihan Mengemudi hingga Pembinaan Etos Kerja
Peserta yang lolos bukan hanya dibekali kemampuan mengemudi. Kepala Bidang Pengumpulan Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta Ahmad Sholih menjelaskan bahwa proses pembekalan dirancang menyeluruh — mulai pelatihan teknis, pembinaan karakter, hingga seleksi terstandar.
Baca Juga:
“Program 1.000 pramudi Mikrotrans berdaya tahap 2 ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menghadirkan ruang pemberdayaan yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Ahmad Sholih di Jakarta, Rabu (tanpa menyebut tanggal spesifik dalam pernyataannya).
Target akhirnya jelas: peserta yang terpilih tidak hanya siap di balik kemudi, tetapi juga membawa disiplin dan tanggung jawab sebagai bagian dari wajah layanan publik Jakarta. “Ini adalah investasi sosial jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jakarta,” ucap Sholih.
Syarat: KTP DKI, SIM A Aktif, Usia 22–45 Tahun
Siapa yang bisa mendaftar? Pria maupun wanita. Usia 22 hingga 45 tahun. Wajib ber-KTP DKI Jakarta, berpendidikan minimal SMA atau sederajat, memegang SIM A aktif atau lebih tinggi, dan punya pengalaman mengemudi kendaraan transmisi manual paling singkat satu tahun.
Calon peserta juga harus siap mengikuti seluruh rangkaian seleksi dan pelatihan sampai tuntas. Tidak ada biaya pendaftaran.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan s.id/pramudibazis2, dengan batas waktu hingga 25 April 2026.
Kolaborasi Pemerintah Daerah, Lembaga Zakat, dan Operator Transportasi
Program ini menyatukan tiga pihak: Pemprov DKI sebagai penyelenggara pemerintahan, Baznas/Bazis DKI sebagai pengelola dana sosial berbasis zakat, dan operator transportasi publik yang membutuhkan tenaga pengemudi terlatih. Kolaborasi semacam ini terbilang jarang — biasanya rekrutmen pengemudi angkutan umum ditangani langsung oleh operator tanpa pelibatan lembaga filantropi.
Ahmad Sholih berharap semakin banyak warga yang memanfaatkan program ini untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus mendapatkan akses pekerjaan yang layak dan berkelanjutan di sektor transportasi publik.
Dilansir dari laporan Antara.
Berita Terkait
Editor: Surya Dharma