Kesehatan

Angka Kematian Ibu di Rembang Turun ke 5 Kasus, Terendah Sepanjang Sejarah

10
×

Angka Kematian Ibu di Rembang Turun ke 5 Kasus, Terendah Sepanjang Sejarah

Sebarkan artikel ini

Teras News — Angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Rembang mencatat rekor terendah sepanjang sejarah daerah tersebut — hanya lima kasus pada 2025, turun drastis dari lebih dari 10 kasus lima tahun sebelumnya. Pencapaian itu diumumkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr Ali Syofii, pada peringatan HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Rembang, yang digelar di Pendapa Museum RA Kartini pada 24 Juni 2026.

Penurunan serupa terjadi pada angka kematian bayi (AKB), yang kini berada di bawah 100 kasus per tahun. Prevalensi stunting di Rembang juga ikut menyusut — dari 15,8 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menjadi 12,8 persen saat ini.

Ali Syofii menyebut bidan sebagai ujung tombak di balik tren positif ini. “Peran bidan sangat besar dalam menurunkan AKI, AKB, dan stunting. Dalam dua tahun terakhir, AKI dan AKB menunjukkan tren yang semakin baik,” katanya.

Ia mendorong agar penurunan stunting terus dipercepat. “Anak-anak yang terbebas dari stunting akan tumbuh lebih optimal, dan menjadi generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tambah Ali.

Dinas Kesehatan Rembang juga memperluas ekspektasi terhadap peran bidan ke depan: mulai dari penguatan layanan Posyandu, program eliminasi tuberkulosis (TBC), hingga pelaksanaan layanan Cek Kesehatan Gratis di tingkat masyarakat.

Ketua IBI Kabupaten Rembang, Sri Sulastri, menyebut peringatan HUT ke-75 diisi dengan bakti sosial pelayanan keluarga berencana, anjangsana kepada bidan purna tugas, dan lomba paduan suara. Baginya, rangkaian kegiatan itu bukan sekadar seremoni. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan kembali makna pengabdian bidan, sebagaimana tertuang dalam Mars IBI. Bidan bekerja dengan tulus dan menjadi garda terdepan dalam penanganan AKI, AKB, serta berperan dalam seluruh siklus kehidupan manusia,” ungkapnya.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Ratna Dewi