Kesehatan

360 Bidan Sragen Senam Bersama di HUT ke-75 IBI, Bupati Sigit: Ini Panggilan Kemanusiaan

6
×

360 Bidan Sragen Senam Bersama di HUT ke-75 IBI, Bupati Sigit: Ini Panggilan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Minggu (21/6/2026) pagi, halaman Kompleks Kantor Terpadu Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen dipenuhi ratusan perempuan berseragam serentak bergerak mengikuti irama musik. Sebanyak 360 bidan berkumpul dalam peringatan HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sragen, menggelar senam bersama yang berlangsung penuh semangat.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas hadir langsung bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sragen, Linda Sigit Pamungkas. Keduanya turut melepas balon ke udara sebagai simbol doa dan harapan.

1.482 Bidan Aktif Bertugas di Seluruh Sragen

Ketua IBI Kabupaten Sragen, Sunarsi, menyebutkan saat ini terdapat 1.482 bidan yang aktif bertugas di Kabupaten Sragen, tersebar di rumah sakit, puskesmas, klinik, hingga praktik mandiri di desa-desa. Jumlah itu bukan sekadar angka. Mereka adalah ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak yang bekerja setiap hari, termasuk di wilayah yang jauh dari pusat kota.

Sunarsi mengakui beban kerja para bidan tidaklah ringan. Dedikasi yang dicurahkan dari pagi hingga malam, bahkan dini hari saat persalinan tiba, kerap menguras tenaga dan pikiran. Karena itulah, peringatan HUT tahun ini sengaja diisi kegiatan fisik yang menyenangkan.

“Melalui kegiatan ini kita bisa melepas penat sejenak dari rutinitas pelayanan kesehatan. Sebab, untuk melahirkan masyarakat yang sehat, bidannya sendiri juga harus sehat, bugar, dan bahagia,” kata Sunarsi.

Tema HUT: Kawal Generasi Emas 2045 Bebas Stunting

HUT ke-75 IBI tahun ini mengusung tema yang panjang namun sarat makna: “Dunia Membutuhkan Lebih dari Sejuta Bidan: Bidan Indonesia Memperkuat Kepemimpinan Bidan dalam Pelayanan Kebidanan Berbasis Hak, Berpusat pada Perempuan dan Anak serta Siap Mengawal Generasi Emas 2045”. Tema itu menempatkan bidan bukan sekadar tenaga kesehatan biasa, melainkan sebagai penjaga kualitas generasi bangsa dari titik paling awal kehidupan.

“Tema ini mengingatkan kita betapa vitalnya peran bidan sebagai salah satu pilar bangsa. Kita dituntut untuk selalu mengedepankan pelayanan kebidanan yang humanis, berorientasi pada hak pasien, berpusat pada keselamatan perempuan dan anak, serta memegang tongkat estafet dalam mencetak Generasi Emas 2045 yang bebas stunting dan berkualitas,” ujar Sunarsi.

Generasi Emas 2045 merujuk pada visi pemerintah Indonesia untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang akan menjadi tulang punggung bangsa saat Indonesia berusia 100 tahun. Bidan menjadi salah satu elemen krusial dalam visi tersebut karena bersentuhan langsung dengan kesehatan ibu hamil, proses persalinan, dan tumbuh kembang anak sejak dini.

Bupati Sigit: Bidan Bukan Sekadar Profesi

Bupati Sigit Pamungkas menyampaikan apresiasi terbuka kepada seluruh bidan Sragen. Ia menegaskan bahwa profesi ini melampaui sekadar pekerjaan biasa.

“Bidan bukan sekadar sebuah profesi, tetapi panggilan kemanusiaan. Tidak ada ucapan yang lebih pantas selain terima kasih, atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan,” ucap Sigit di hadapan ratusan bidan yang hadir.

Sunarsi menambahkan, IBI Sragen terus berupaya bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sragen dalam mendukung program pembangunan kesehatan daerah. “Semoga IBI semakin maju, profesional, bugar, dan terus mengabdi untuk kesehatan ibu, anak, dan keluarga Indonesia,” ungkapnya.

Peringatan HUT ke-75 IBI Sragen ditutup dengan suasana kebersamaan yang hangat. Bagi para bidan yang sehari-hari bekerja di garis depan layanan kesehatan, momen seperti ini menjadi ruang langka untuk sejenak bernafas, bertemu sesama, dan mengisi ulang semangat pengabdian.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Ratna Dewi